Ini merupakan hutang gereja juga,” demikian Jusak Indrawan memberi pengakuan. Ketua Yayasan Griya Kesehatan Indonesia itu menjelaskan GKI memang memiliki lembaga yang melayani di bidang kesehatan. Namun, dalam beberapa aspek agak terbengkalai dalam upaya terus memperlengkapi para pekerja medis di dalamnya, termasuk para dokter dan dokter gigi.

Kita tahu sekarang kan seorang dokter harus memenuhi satuan kredit profesi (SKP). Selama ini kebanyakan diupayakan mandiri oleh dokter, tak jarang biayanya lumayan mahal. Padahal kita seharusnya bisa berbuat lebih untuk membantu para dokter yang sudah banyak membantu pelayanan Griya Kesehatan,” lanjut Jusak.

Hal itu, menurut Jusak menjadi pertimbangan diadakannya seminar peningkatan kompetensi dokter. Seperti yang dilakukan Sabtu lalu (10/8) di Gedung 4 UKRIDA, Tanjung Duren, Jakarta. Sekitar 30 orang dokter mengikuti seminar yang membawakan dua sesi terkait penanganan darurat kasus jantung dan pembuluh darah.

Sesi seminar diisi oleh Dr. Royman Christian Pahala, S.MD dan Dr. Roy Christian Sp. JP. Selain dua sesi materi kompetensi tersebut, seminar juga diisi demo penggunaan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) yang dibawakan oleh tim dari Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk, yang dikoordinasi oleh Dr. Wahyuni Dian Purwati Sp. EM.

Sementara itu perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat, Dr. Dollar, M,H, M.M turut hadir memberikan sambutan serta pembinaan terkait aspek hukum dalam profesi kedokteran. Dr. Dollar mengingatkan para dokter akan sekian banyak aturan serta tanggung jawab etis yang melekat pada profesi seorang dokter. Ia juga menyampaikan apresiasi pada upaya Griya Kesehatan Indonesia yang mengerjakan layanan medis lewat sejumlah kliniknya.

Memang di negeri kita tantangannya masih cukup besar. Tapi kita bisa saling mengisi demi menghadirkan layanan yang baik bagi masyarakat, juga memudahkan para dokter. Saya yakin rekan sejawat disini sudah sangat memahami itu,” ungkap Dr. Dollar.

BACA JUGA  [Merdeka dari Kebencian]: Doa Biarawati untuk Anak yang Dijatuhi Hukuman Mati

Seminar ini merupakan kerja sama Yayasan Griya Kesehatan Indonesia dengan IDI Jakarta Barat. Sebelumnya Griya Kesehatan juga telah bekerja sama dengan IDGI untuk pembinaan serupa bagi para dokter gigi. **arms