Pemberitaan tentang Papua belakangan ini mencuat menjadi bahasan hangat. Ada keprihatinan mendalam terkait rasialisme, diskriminasi, tindak kekerasan serta situasi belakangan terhadap warga Papua. Hal itu menjadi perhatian tidak hanya di wilayah Papua, pun tidak hanya digumuli oleh sekelompok orang, namun juga di sejumlah kota besar serta melibatkan banyak kelompok masyarakat.

GKI di Bandung, menyadari ada celah yang perlu diemban gereja demi mendorong perdamaian dan keadilan. Minggu siang (1/9) para pengerja GKI di Bandung bertemu dengan perwakilan mahasiswa dan pelajar Papua. Acara yang berlangsung di GKI Maulana Yusuf itu merupakan pertemuan informal guna mendengar aspirasi kaum muda Papua serta hal yang bisa diemban gereja dalam menjembatani kebutuhan tersebut.

Sebagaimana diketahui, ada lebih dari 300 mahasiswa dan pelajar asal Provinsi Papua dan Papua Barat yang menimba ilmu di Bandung. Tak jarang mereka juga mengalami perlakuan rasialis dan diskriminatif, meski umumnya mengakui warga kota Bandung terbilang lebih ramah dan terbuka.

Perlakuan rasis seperti yang di Surabaya itu, cukup sering kami alami. Tapi memang baru sekarang saja isunya membesar,” ungkap mereka di awal pertemuan. Pemuda-pemudi ini mengungkapkan perlakuan tak jarang muncul dalam bentuk kasarnya berupa seruan yang menghina, atau juga muncul dalam bentuk yang lebih halus seperti sering dipandangi atau dilontarkan pertanyaan-pertanyaan bernada diskriminatif.

Kalau di kepanitiaan juga, itu sering kami kebagiannya seksi keamanan, karena katanya wajahnya seram,” canda mereka dengan nada miris.

Dampak kejadian di Surabaya yang memicu aksi protes di berbagai tempat itu juga dirasakan kaum muda Papua di kota Bandung. Tak jarang beberapa rekan mereka di asrama diperiksa oleh aparat keamanan, juga ada kecurigaan dari sekelompok masyarakat. “Ke gereja kita pun jadi takut, kita bahkan buat ibadah sendiri,” tutur mereka.

BACA JUGA  Salib yang Menantang di Jumat Agung GKI Surya Utama

Apa yang mereka harapkan dari gereja? Pdt. Ima Frontiana mengungkapkan dari pertemuan ini ada beberapa hal yang mungkin bisa dijembatani oleh GKI bagi kaum muda Papua yang sedang belajar di Bandung.

Sebisa mungkin gereja akan berjalan bersama kaum muda Papua. Dalam pertemuan ada sejumlah langkah yang mungkin bisa dikerjakan dalam waktu dekat,” ungkap Pdt. Ima yang juga merupakan ketua bidang Kesaksian dan Pelayanan di BPMK GKI Klasis Bandung ini.

GKI sangat mungkin membantu menyediakan ruang aspirasi bagi kamu muda ini. Juga melibatkan kaum muda Papua dalam sejumlah program pengabdian masyarakat yang telah dikerjakan selama ini. Apalagi GKI juga menginisiasi sejumlah program pemberdayaan di Tanah Papua. Rencana untuk ibadah bersama para pelajar Papua serta upaya lebih jauh memetakan kebutuhan adalah hal yang juga diunggah dalam pertemuan tersebut. **arms