Selamat datang di Kabupaten Kuningan, kabupaten paling indah se-Sinode,” seru Agus Stefanus disambut hangat peserta persidangan pada Jumat malam (13/9). Gaya Agus yang humoris memang menjadi warna tersendiri dalam Persidangan Majelis Sinode Wilayah (PMSW) ke-77 GKI SW jawa Barat kali ini. Ia bersama 13 rekannya adalah panitia dari GKI Klasis Cirebon yang mempersiapkan segala teknis kegiatan persidangan ini.

Sempat agak mabok juga dengan kepastian peserta,” canda Agus menceritakan tantangan yang ia hadapi bersama panitia. “Sampai hari-hari terakhir jumlah dan nama peserta masih ada yang belum dipastikan. Ini memang menyulitkan dalam pembagian kamarnya. Tapi, puji Tuhan bisa dikoordinasikan dengan baik.

Jemaat GKI Kuningan ini mengaku sangat bersyukur bisa dipercaya dalam kepanitiaan PMSW. Hal yang patut ia syukuri dengan tim-nya adalah kendati terpisah jarak yang jauh satu-sama lain, mereka bisa mempersiapkan event ini hanya dalam waktu dua bulan. Jarak antar jemaat di GKI Klasis Cirebon memang terbilang jauh. Berkunjung antar jemaat GKI Indramayu, Kuningan, Jatibarang, dan Sindanglaut misalnya, bisa menempuh 2-3 jam perjalanan.

Rapatnya kebanyakan via grup WA, bahkan ada anggota panitia yang baru pada acara ini ketemu wajahnya,” ungkap Agus bersemangat. Ia menjelaskan kepanitiaan ini memang tidak bisa melibatkan keseluruhan sembilan jemaat di GKI Klasis Cirebon. Rekan-rekan dari GKI Tasikmalaya, Banjar dan Ciamis tidak bisa terlibat, karena jaraknya memang sangat jauh.

Kinerja kepanitiaan dalam mempersiapkan acara ini memang patut diapresiasi. Cukup banyak peserta yang memilih transportasi umum, terutama kereta api. Tentu, ini menambah kesibukan tersendiri dalam mengantar dan menjemput peserta. “Masing-masing jemaat dan badan pelayanan di klasis Cirebon saling tolong-menolong untuk persiapan dan penjemputan. Ini kerja yang tulus dan penuh semangat,” lanjut Agus.

BACA JUGA  GKI SW Jawa Barat Jelang Tahun Politik 2019

Panitia yang mengurus ‘dapur’ kegiatan-kegiatan seperti ini memang menghadirkan kebersamaan yang khas. Meski sibuk dan cukup banyak tugas yang harus diselesaikan, semangat untuk mengerjakannya tetap tumbuh karena kebersamaan itu. **arms