Sabtu (7/9) menjadi hari yang lumayan padat bagi 150-an pengerja dari sejumlah GKI di Bandung. Sedari pagi hingga sore hari digelar Pembinaan Pejabat Gerejawi (PPG) untuk 11 GKI di Klasis Bandung bersama GKI Pasteur, GKI Arcamanik dan GKI Cibereum.

Bertempat di Kantor BPK Penabur Bandung, Jl. Banda, pembinaan klasikal kali ini difasilitasi oleh GKI Maulana Yusuf. Ini merupakan PPG pertama yang digelar tahun 2019 oleh kepengurusan BPMK GKI Klasis Bandung.

Tema yang diusung terbilang beragam. Dibuka dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Esther S. Hermanus, pembinaan ini kemudian membahas tema pleno Peluang dan Tantangan Gereja di Era Teknologi Digital. Sesi ini dibawakan oleh Pdt. Cordellia Gunawan dengan dimoderatori Pnt. Jeffrey.

Dalam sesi ini Pdt. Cordellia kembali mengingatkan tantangan disrupsi dalam relasi, budaya dan gaya hidup sebagai imbas dari revolusi digital. “Disrupsi ini meliputi simplikasi dalam banyak aspek hidup, kualitas yang meningkat, pasar dan peluang baru, akses yang jauh lebih luas, serta kepakaran yang semakin meningkat,” ungkap Pdt. Cordellia sembari mengajak gereja siap menerima tantangan ini.

Kita perlu membangun relasi emosional yang kuat di jemaat, mengubah diri dalam pemanfaatan media digital serta semakin peka mengenali segmen generasi sehingga bisa relevan,” sarannya.

Namun bahasan PPG kali ini tidak hanya sampai seruan tersebut. GKI di Bandung menilai semakin perlu untuk merefleksikan ulang apa yang telah menjadi ciri ajaran dan praktik bergerejanya dalam menghadapi tantangan tersebut. Tema-tema itu pun dibahas lebih mendalam dalam sesi kelas yang dibagi berdasarkan lamanya para pengerja ini menjabat.

Total ada enam sesi dengan tiga kelompok pada pendalaman ini. Pengerja di tahun pelayanan pertama dan keempat, mendalami terkait Unsur-unsur Liturgi bersama Pdt. Rewah Handayani dan Makna Persidangan Gereja bersama Pdt. Ujang Tanusaputra.

BACA JUGA  Yayasan MARDIKO Menampung Ide

Sementara itu penatua di tahun kedua dan kelima belajar tentang Pengenalan Pelayanan Pastoral bersama Pdt. Ujang serta Musik dalam Ibadah bersama Pdt. Yosafat Simatupang. Para penatua di tahun ketiga dan keenam menelusur hal yang lebih doktrinal terkait Akhir Zaman (Pdt. Yusak Solaiman) serta Keselamatan dan Agama-agama (Pdt. Cordellia).

Ragam tema ini semakin mengingatkan kita bahwa pergumulan GKI dengan segala kompleksitasnya, perlu terus direvitalisasi terutama oleh para pengerjanya. **arms