Hari Minggu lalu (27/10) menjadi momen istimewa bagi jemaat GKI Cibadak Sukabumi. Hampir seharian penuh jemaat bersama-sama menghabiskan waktu di Kinasih Resort and Conference, Bogor. Hari itu menjadi penutup rangkaian perayaan bulan keluarga di jemaat ini.

Selepas ibadah bersama, kegiatan semi wisata ini diisi dengan berbagai acara kebersamaan. Ada berbagai perlombaan seperti lomba kostum serta permainan ketangkasan. Tak ketinggalan yel-yel yang mengiri semangat peserta dari segala lapisan usia. Kebersamaan serta pesan penting untuk mengutamakan pelayanan keluarga adalah hal yang amat ditekankan dalam kegiatan ini.

Kami satu jemaat belajar bersama, bagaimana mengupayakan pelayanan agar kita semua menjadi keluarga yang utuh di dalam Tuhan. Meski umumnya kita sibuk bekerja, keluarga tetap harus dirawat dalam kasih, karena ini berkat terindah Tuhan,” ungkap Arum Kusuma salah seorang anggota jemaat.

Bulan keluarga kali ini juga punya suasana yang berbeda. Sebagaimana diketahui, pendeta jemaat GKI Cibadak, Pdt. Naya Widiawan Sudharmo, baru saja pindah melayani ke tempat pelayanan baru di GKI Perumahan Citra 1. Kebersamaan panjang serta upaya yang telah dilakukan untuk menghidupkan kembali geliat pelayanan di GKI Cibadak terasa amat membekas.

Bagi jemaat GKI Cibadak, kesempatan kebersamaan keluarga seperti ini menjadi hal yang amat penting untuk terus relevan dengan perubahan zaman. Keberadaan jemaat yang dimulai dari pos-pos kecil penginjilan itu kini mengalami sekian banyak transisi serta tantangan.

Kecamatan Cibadak awalnya memang merupakan salah satu sentra perdangan yang ada di jalur penghubung Jakarta dengan kota-kota di Bumi Priangan. Di tempat ini pula rumah sakit, pengadilan, kejaksaan telah berdiri sejak zaman Belanda dan menjadikan wilayahnya berfungsi layaknya sebuah kota mandiri.

BACA JUGA  Inspirasi Menulis di Pelatihan SELISIP

Warga Tionghoa dan Pasundan yang berdagang serta mengumpulkan hasil tani ada buah pelayanan awal jemaat Kristiani di tempat yang sempat dijuluki Kota Nayor ini. Seiring perkembangannya sebagai wilayah industri, tempat ini pun kini dihuni warga dari berbagai latar etnis yang memadati wilayah perkotaaan. Hal yang juga mempengaruhi komposisi jemaat GKI Cibadak. Meski kini didominasi warga yang merupakan pekerja industri, cukup banyak pula jemaat yang berada di wilayah pegunungan yang hanya sesekali bisa beribadah di hari Minggu.

Tantangan untuk terus bertumbuh di tengah kompleksitas yang demikian, tentu perlu dijawab dengan bentuk pelayanan yang kontekstual. Pelayanan yang utuh pada keluarga serta mengutamakan intergenerasi dan inklusivitas adalah hal yang kian perlu dikerjakan oleh GKI Cibadak. Maka, momen bulan keluarga kali ini adalah kesempatan yang tepat untuk menggali dan menggalakkannya. **arms