Penggunaan organ sebagai instrumen ibadah mungkin sudah terbilang jarang ditemui di GKI. Di kebanyakan gereja, fungsinya lebih sering digantikan oleh piano dan keyboard. Namun, ada dimensi tertentu yang sebenarnya hilang seiring penggantian tersebut. Sebab organ selain punya sejarah panjang sebagai musik pengiring ibadah gereja, juga punya warna khusus untuk nyanyian gerejawi tertentu.

Komisi Liturgi dan Musik (KLM) Sinode GKI mengunggah pemikiran itu dalam seminar yang mengambil tema: Mengapa Organ? Regenerasi organis gereja. Seminar ini digelar pada Sabtu (5/10) bertempat di Griya Mardiko/Kantor Sinode GKI, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Antusiasme atas tema ini ternyata cukup besar. Seminar ini dihadiri oleh 72 orang yang berasal dari 27 jemaat GKI di sekitaran Jabodetabek dan Bandung, baik dari Sinode Wilayah Jawa Barat maupun Sinode Wilaya Jawa Tengah. Hadir pula GKI dari luar Jabodetabek-Bandung, yaitu: GKI Metro Lampung dan GKI Merisi Indah Surabaya. Serta peserta dari sinode gereja lain, yaitu GPIB Jatipon.

Umumnya peserta merupakan majelis pendamping atau anggota komisi musik di gerejanya masing-masing, khususnya mereka yang merupakan organis. Mereka umumnya punya keresahan yang sama terkait berkurangnya pemain dan penggunaan organ di gereja.

Pdt. Juswantori Ichwan menjadi pembicara utama dalam seminar ini. Pendeta di GKI Samanhudi ini membahas tuntas mengenai pentingnya penggunaan organ sebagai pengiring lagu ibadah. Sementara itu Pdt. Angga Prasetya dari GKI Karangsaru Semarang, menjadi pembicara kedua yang membawakan tentang regenerasi organis gereja.

Bahasan yang lebih teknis hadir dalam materi yang disajikan oleh Nico Gamalliel mengenai organ pipa klasik. Ada pula Jonathan Christian yang berbagi bagaimana menjadi pelayan organis di GKI serta Oshie Bimantara yang mempresentasikan organ pipa digital.

BACA JUGA  Yohanes Calvin: Diantara Disiplin dan Polemik (1)

Lewat seminar ini diharapkan organ dapat kembali menyemarakkan suasana ibadah GKI. Lebih jauh, kurikulum yang lebih sistematis dapat dibentuk, guna mempertahankan dan mengaktualisasikan organ sebagai pengiring ibadah Kristen.

Sumber: Sinode GKI

Foto: Oshie