Kamis 24 Oktober 2019 yang lalu, GKI SW Jawa Barat mengadakan workshop khotbah dengan tema “The Power of Preaching: Welcoming Gen Start-Up” di Kantor BPMSW GKI SW Jabar, Tanjung Duren.

Acara ini diselenggarakan untuk memperlengkapi gereja sebagai komunitas yang ramah bagi generasi milenial. Tak dapat dipungkiri memang, saat ini bahasan soal milenial menjadi topik yang menarik, sebabnya generasi ini membawa semangat, kultur, dan nilai-nilai kehidupan yang baru termasuk di gereja.

Pdt. Linna Gunawan hadir sebagai fasilitator, pendeta yang melayani di GKI Kayu Putih ini sedang menjalani studi Doktor di Graduate Theological Union, Berkeley USA, dan Danny Gamadhi, penginjil Gereja Kristen Kalam Kudus yang lagi menjalani studi Doktor Ministri di Knoxx University, USA.

25 pendeta dan calon pendeta lingkup GKI SW Jawa Barat menjadi peserta dalam workshop ini. Mengutip sambutan pembuka Sekum BPMSW GKI SW Jabar, Pdt. Cordelia Gunawan, workshop ini juga tidak terlepas dari semangat revitalisasi ibadah yang sedang marak digaungkan di jemaat-jemaat.

Danny Gamadhi mengawali dengan menjelaskan mengenai karakteristik dan kebutuhan utama generasi milenial. Melalui pengenalan lebih mendalam terhadap generasi ini, para peserta diharapkan dapat menyusun khotbah yang ‘jleb’ bagi generasi milenial, ‘jleb’ merupakan singkatan dari jelas, luwes, empathic, dan berbobot.

Pdt. Linna Gunawan memperkaya peserta dengan metode khotbah induktif yang membantu para pelayan Firman untuk menyampaikan khotbah yang berasal dari pengalaman sehari-hari jemaat dan pada akhirnya bisa mendarat untuk jemaat. Khotbah yang baik juga bukan sekadar bagus dari segi konten tetapi juga baik dari segi penyampaikan.

Usai makan siang, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk langsung mempraktekkan metode khotbah tersebut. Seluruh peserta mendapatkan teks yang sama yaitu Lukas 18:9-14 yang merupakan teks leksionari. Setelah itu, setiap kelompok diminta untuk menyajikan satu khotbah berdasarkan teks tersebut. Ada kelompok yang menyajikan khotbahnya sendirian juga ada yang secara bersamaan sambil nge-rap. Setiap peserta dirangsang berkreasi dan berinovasi dalam berkhotbah.

BACA JUGA  Informasi Kegiatan BPMSW September 2019

Pada akhir workshop ini, Danny Gamadhy dan Pdt. Linna Gunawan menyimpulkan bahwa ternyata kita semua dapat mengeksplorasi khotbah dengan model dan teknik yang beragam. Kuncinya, kita punya keberanian untuk keluar dari pakem yang standar. Itulah kunci membuat khotbah yang ‘jleb’ bagi generasi milenial. **hag