Hiduplah mewah, tidak murahan hanya karena alasan rumitnya kehidupan. Riangkanlah rangkaian lika-liku hidupmu dengan hamburan rasa syukur yang gembira, dan kerjakan hidupmu secara berkualitas dengan karya nyata yang tidak main-main. Karena Ia tak sedikitpun bercanda menebusmu!

“Jangan takut!” Itu pesan yang saya baca saat terjadi demo mahasiswa soal RUU KPK dari orang yang paling dekat dengan hidup saya itu. Sebelumnya memang saya kuatir kalau-kalau terjadi hal buruk padanya, karena kebetulan lokasi para mahasiswa yang berunjuk rasa itu berdekatan dengan tempatnya bekerja. Saya takut!

Bicara soal rasa takut, saya punya banyak ketakutan dalam hidup ini. Diantaranya; takut mati, takut miskin, takut susah, takut tak bisa berkarya, takut nggak bisa bayar cicilan dan berbagai hal lainnya. Rasa takut itu seperti mencengkram seluruh sudut kehidupan saya. Melumpuhkan akal ‘sehat’!

Saya jadi teringat kisah 5 Agustus 2010 silam di San Jose tempat penambangan di Chile. 33 pekerja tambang terjebak selama 69 hari di ruang pengap dengan kedalaman 700 meter. Ada banyak krisis yang mereka alami selama hari-hari kelam itu, keputusasaan, kepanikan, dan ketakutan merajai!

Beritanya, Mendekati waktu makan siang, lokasi pertambangan emas dan tembaga San Jose di Chile runtuh dan 33 pekerja tambang terperangkap di ruang bawah tanah. Belum bisa dipastikan kondisinya, karena tak ada alat komunikasi yang terhubung ke dalam ruang bawah tanah.

Di tengah krisis itu, seorang laki-laki bernama Luis Urzua tampil memberikan semangat kepada 32 penambang lainnya. Ia mengatur pola makan dua sendok ikan tuna setiap 48 jam sekali, agar semua memiliki harapan hidup. Ia menjamin setiap penambang mendapatkan jatah makan dan menjaga solidaritas di antara mereka yang terjebak. Dia juga menjamin semua penambang hidup dan bernapas selama di terowongan. 16 hari kemudian baru mereka bisa kontak dengan dunia luar.

BACA JUGA  Eka Darmaputera dan Visi Sosialnya

Apa yang membuat ia bisa melakukan itu semua di tengah kepanikan rekan-rekannya? Ia memilih berpikir tenang dan tidak takut, demi hidup yang berkelanjutan. Di sisi lain, tidak mudah bagi mereka untuk menjaga kesabaran dan ketenangan selama di terowongan itu.

Saat Presiden Chile, Pinera, menanyakan kabar pada mereka 24 Agustus, Luis Urzua yang sudah bekerja di tambang selama 31 tahun itu menjawab, “Di bawah lautan batu, kita menunggu seluruh rakyat Chile menarik kita semua keluar dari neraka ini,” katanya. Lalu Pinera membalas, “Saya tahu ini adalah neraka. Tapi ini adalah sebuah neraka yang dimaksud bagi negara kita untuk menjamin semangat, kekuatan, dan harapan.” Dan akhirnya mereka selamat!

Sejak kejadian itu kehidupan Urzua dan penambang lainnya berubah. Dan tentunya hal itu juga merubah pola pikir warga Chile dan dunia untuk tetap memiliki semangat, harapan, juga kreativitas di tengah-tengah rasa takut!

Memang, ketika rasa takut menguasai, seluruh kesabaran dan ketenangan berpikir jadi lumpuh dan disaat seperti itu kita kerapkali jadi berasumsi. Misalnya,“Ah, nanti kalau begitu…. Kan jadinya begini!” Padahal kerapkali asumsi itu meleset! Abang saya sering bilang, “Learning by doing yah, Sar!” Kalau kata anak-anak millennial, “Kita jalani aja dulu.”

Seperti yang Yesus jalani dalam hidupNya. Dia menjalani sekaligus menuntaskan salib itu demi Anda dan saya. Jadi, sebaiknya kita tidak lagi mengeluh dan kuatir terkait persoalan hidup.  Bersyukur, berpikir tenang, kreatif, tingkatkan kualitas diri dan mari jalani serta rayakan kehidupan ini! **bdjt

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” – Yesaya 41:10

Ilustrasi: Pixabay