Waktu menunjukkan pukul 09.00 saat itu, memerlukan satu jam untuk persiapan dan mengikuti prosedur yang berlaku untuk memasuki lembaga pemasyarakatan kelas satu. Kesabaran warga binaan yang hendak memeriksakan kesehatannya masih harus diuji, karena ada seremoni singkat.

Bangku sudah terisi penuh dengan warga binaan ketika satu per satu relawan Yayasan Griya Kesehatan Indonesia (YGKI) memasuki ruang tempat pelayanan bakti sosial di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Rabu, 25 September 2019. Menyisakan kursi kosong di bagian depan, untuk relawan dan tamu undangan.

Hadir Kakanwil Kemenkumham Jakarta Timur Dr Bambang Sumardiono pagi itu, yang memberikan kata sambutan, dalam kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Dharma Karyadhika Tahun 2019 itu.

Bukan hanya bakti sosial pelayanan kesehatan, umum dan gigi, yang dilakukan YGKI hari itu. YGKI juga berbagi kacamata baca, kelengkapan mandi berupa sabun dan pasta gigi, sandal jepit, juga berbagi kitab suci, untuk warga binaan beragama Islam, Kristen dan Katolik, Buddha, dan Hindu.

Pada kesempatan itu, YGKI dengan dukungan sahabat lintas iman, berbagi  400 Alkitab dan 81 bacaan rohani Kristen, 104 Alquran, 19 Kitab Tripitaka dan 88 bacaan rohani Buddha, serta 10 Kitab Weda.

“Alkitab itu hasil sumbangan dari Sahabat YGKI dan GBI Gilgal,” Ketua YGKI Jusak Ismanto Indrawan menjelaskan. “Alquran itu disumbangkan oleh Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Camat Grogol Petamburan, Lurah Tanjung Duren Utara, Lurah Grogol, dan PTSP Kecamatan Grogol Petamburan,” ia menambahkan.

Kitab Tripitaka disumbangkan oleh Sahabat YGKI, sementara Kitab Weda merupakan sumbangan dari Pura Adhitya Jaya Rawamangun Jakarta Timur.

YGKI juga membagikan 357 kacamata plus (baca), 240 pasang sandal japit, 500 pasta gigi, dan 500 sabun mandi.

BACA JUGA  Kakek Tionghoa Berhati Malaikat di Kereta

“Sungguh sebuah kebahagiaan ketika kerukunan umat dapat terjadi dengan bergandengan tangan membantu sesama yang terpenjara. Tentunya semua itu berlandaskan kasih pada Tuhan melalui sesama anak bangsa,” kata Jusak.

Pelayanan kesehatan pada bakti sosial Rabu itu dilayani sebelas dokter umum dan empat dokter gigi dari berbagai klinik di bawah payung YGKI. Dari rekaman data bagian pendaftaran, tercatat 328 warga binaan memeriksakan kesehatan ke dokter umum, 58 warga binaan memeriksakan kesehatan gigi, dan 357 orang menjadi “pasien mata”.

“Penyakit terbanyak yang ditangani oleh dokter umum adalah gatal-gatal, pegal-pegal, ISPA (batuk dan pilek), gastritis, dan hipertensi,” kata Dokter Hariani dari Poliklinik Pratama Cipinang Bali, salah satu dokter yang bertugas.

“Pada bagian gigi, tindakan yang dilakukan, cabut dan tambal gigi,” ia menambahkan. Selain menggunakan alat portable, pemeriksaan gigi juga dilakukan di mobil dental unit.

Bakti sosial berjalan lancar, dan selesai sekitar pukul 15.00. Pada kesempatan itu, relawan YGKI berbagi kasih dalam wujud lain. Mereka membeli hasil karya warga binaan yang dipamerkan di dekat tempat pelayanan kesehatan, mulai dari gantungan kunci, kerajinan tangan mobil-mobilan berbahan kertas koran, celengan, batik tulis mulai dari sapu tangan hingga kerudung, tempat tisu, tempe, hingga karya lukisan.

Dikutip dari: satuharapan