Prinsip berpacaran ala Kristen, pacaran menurut Alkitab, apa kata Alkitab tentang berpacaran…,” frasa-frasa seperti itu adalah term yang sering diketikkan dalam mesin pencari terkait tema pacaran dalam pandangan Kristiani. Bahkan sampai ada situs yang khusus membahas tema tersebut, seperti juga sempat marak seminar bertajuk Love Sex and Dating (LSD) di era 2000-2010.

Tapi trend itu mungkin hanya sampai sekitar beberapa tahun lalu. Belakangan, bahasan berpacaran ala Kristen tidak terlalu banyak diminati bahkan oleh kaum muda Kristiani sendiri. Seminar-seminar LSD maupun kebaktian pemuda yang mengusung tema ini memang masih tetap dilangsungkan. Tapi semaraknya tidak seramai di era sebelumnya.

Ini bukan lantas berarti anak muda Kristiani sudah tidak lagi peduli pada norma yang diangkat dari bahasan berpacaran ala Kristen. Namun, nampaknya lebih karena bahasan tersebut sudah hampir bisa ditebak simpulan maupun isinya.

Sampai sekarang jika dikumpulkan, kebanyakan tulisan, khotbah maupun seminar bertema pacaran Kristen lazimnya mengunggah bahasan seperti: pacaran sebagai sarana saling mengenal serta ditujukan untuk pernikahan kudus, hal-hal yang baik dan buruk dalam berpacaran, serta anjuran untuk tidak berpacaran dengan yang berbeda iman. Contoh dan aplikasi praktisnya mungkin bervariasi, tapi umumnya tak jauh dari bahasan tersebut. Biasanya tema ini juga disertai banyak kesaksian hidup.

Uraian tentang berpacaran menurut Alkitab memang akhirnya lebih banyak pada saran normatif. Sebab dalam kultur penulisan Alkitab, momen bergaul antar kaum muda tidaklah sebanyak dan sekompleks sekarang.

Dalam beberapa kajian, ada yang sifatnya lebih konservatif dengan menekankan bahwa kaum muda Kristen harus berani ‘berbeda dengan dunia’ dan menunjukkannya dalam tiap aspek hidup, termasuk berpacaran. Term ‘kekudusan hidup’ menjadi poin yang banyak diunggah.

Sementara dalam sejumlah kajian lain sifatnya lebih menekankan pada kemandirian dan pertimbangan diri. Sebab Alkitab memang hanya memberi petunjuk prinsipil, tidak sampai menjelaskan rinci sampai batas mana muda-mudi yang belum menikah seharusnya bergaul. Apalagi sampai soal boleh tidaknya berciuman, berpelukan atau berpegangan tangan saat berpacaran.

Nampaknya, melihat sejumlah pergeseran yang ada di masa kini, tema berpacaran Kristen mungkin perlu menjawab sejumlah tantangan lain. Kompleksitas permasalahan milenial, serta saran yang lebih praksis mungkin akan menantang untuk diunggah. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.