Ada 14 Badan Pelayanan (BP) di lingkup GKI Sinwil Jabar. Tahun ini beberapa kepengurusan BP akan berakhir masa pelayanannya. Ini berarti, BPMSW GKI Sinwil Jabar harus melantik lagi pengurus yang baru. Memilih dan meminta anggota jemaat GKI Sinwil Jabar untuk ikut berpartisipasi dalam badan pelayanan ternyata bukan hal sederhana. Beberapa majelis jemaat belum dapat merelakan pendeta jemaatnya untuk turut ambil bagian dalam badan-badan pelayanan milik Sinwil Jabar.

Di samping banyaknya badan pelayanan GKI Sinwil Jabar, ada juga badan pelayanan milik Sinode GKI yang melibatkan pendeta dan calon pendeta GKI Sinwil Jabar. Kenyataan ini membuat BPMSW mengalami kesulitan dalam menyusun pengurus badan-badan pelayanan yang ada. Pada tanggal 23 November 2019, BPMSW akan mengadakan acara Lepas Sambut Badan Pelayanan di GKI Puri Indah.  Kami berterimakasih untuk GKI Puri Indah yang bersedia membantu penyelenggaraan acara ini di gedung gereja yang baru.

Awal tahun 2018 lalu, Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia merespons kejadian luar biasa, yaitu bencana kematian karena gizi buruk, di kabupaten Asmat, Papua. Tim GKI mendistribusikan 200 unit filter air jenis gravitasi ke 12 paroki keuskupan Agats, yang kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah agar anak-anak membiasakan diri meminum air bersih serta merawat filter air. Filter tersebut juga disalurkan ke gereja-gereja di kampung dan menjadi filter air komunal.

Selain itu, tim GKI juga membantu 2 mesin pencacah sagu untuk kampung Komor dan Senggo.    Mesin ini telah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dengan memakai mesin ini, ada peningkatan 70% jumlah sagu dan sagu yang diperoleh lebih bersih.

Di bulan Oktober ini, tim GKI melakukan pelayanan inovatif untuk mempercepat respons medis terhadap masyarakat yang sakit, dengan memberikan 2 unit motor ambulans, masing-masing untuk puskesmas di distrik Atsj dan distrik Agats.

BACA JUGA  Kebaktian Peneguhan Pdt. Naya Widiawan Sudharmo, Pelayanan adalah Kasih Karunia!

Tim GKI juga memberikan speedboat ambulance untuk melayani 16 kampung di distrik Atsj yang tidak dapat di jangkau kendaraan bermotor. Speedboat ini berfungsi sebagai puskesmas keliling dan evakuasi, dengan perlengkapan canopy buka-tutup, 4 kursi penumpang, ranjang pasien ukuran 1.9m, tiang infus yang adjustable, tabung oksigen, lampu sorot, dan sirene. Speedboat ini didesain agar dapat menyusuri laut, karena arus sungai yang sering pasang surut.

Persis satu hari setelah speedboat diberikan, speedboat sudah langsung membawa pasien yang sakit ke rumah sakit. Terima kasih kepada Pnt. Tonny dan Pnt. Heru yang  telah menjadi perpanjangan tangan tim GKI melayani masyarakat di sana. Tim GKI berupaya agar keberadaannya dapat dirasakan  oleh masyarakat yang sewaktu-waktu mengalami bencana. Tim GKI juga memperhatikan keadaan masyarakat dengan memberikan bantuan pasca bencana, seperti apa yang telah dilakukan di Asmat.

BPMSW juga telah menyalurkan bantuan berupa beras senilai Rp  36.345.000 kepada para pengungsi Nduga, Papua. Bantuan tersebut berasal dari persembahan yang didapat pada Kebaktian Pembuka dan Penutup P-77 MSW sebesar Rp 16.345.000 dan dari GKI Bogor Baru sebesar Rp 20.000.000.

Masalah Papua, khususnya terkait perdamaian sangat kompleks. Ada banyak kepentingan yang membuat perdamaian di beberapa tempat belum terwujud. Salah satunya di daerah Nduga. Sementara itu, para pengungsi Nduga yang keluar dari wilayahnya karena menghindari kekerasan dan kontak senjata antara OPM dan TNI, membutuhkan bantuan untuk kebutuhan pangan mereka. Ibu-Ibu dan anak-anak yang selalu menjadi pihak yang paling berat dalam situasi konflik, membutuhkan bantuan berupa bahan makanan. Atas dasar inilah BPMSW membantu para pengungsi Nduga.

BPMSW  juga mengucapkan terimakasih kepada Tabitha, GKI GUNSA, GKI Kayu Putih, Klasis Priangan, yang telah mengumpulkan dana sebesar 30 juta untuk membantu biaya pengobatan Bapak Mohammad Monib, pegiat lintas iman yang aktif membangun  toleransi dan persaudaraan lintas keyakinan. Bapak Monib menderita kanker paru stadium lanjut.  Beliau berterima kasih kepada GKI, yang ikut membantu biaya pengobatannya.

BACA JUGA  Belajar Bersikap Secara Empatik

Dinas Pembinaan Mental (Disbintal) Angkatan Darat, bekerja sama dengan Pusat Pelayanan sosial Masyarakat GKI Sinwil jabar  akan mengadakan kebaktian memperingati hari Pahlawan, pada tanggal 13 November 2019 di GKI Surya Utama. Terimakasih Kepada GKI Surya Utama yang bersedia menyediakan tempat dan membantu penyelenggaraannya.

Pada tanggal 12 Oktober 2019, PMK Klasis Priangan telah mengadakan PMK di GKI Bungur dengan agenda khusus, yaitu percakapan dengan Pnt. Anthonius Widjaja. PMK tersebut berhubungan dengan proses kependetaan Pnt. Anthonius dengan basis pelayanan di GKI Duta Mas.

Pnt. Anthonius menulis paper terkait Tata Gereja dengan judul “Sikap Gereja terhadap Pernikahan Adat Tionghoa” di bawah bimbingan Pdt. Suta Prawira dan paper terkait Ajaran Gereja dengan judul “Kemuridan Kaum Muda Masa Kini” di bawah bimbingan Pdt. Andi Gunawan. Syukur kepada Tuhan, proses tersebut boleh berjalan dengan lancar. Pnt. Anthonius sendiri akan menjadi pendeta pertama di klasis Priangan yang berasal dari jalur kader GKI.

Untuk memperlengkapi kader-kader yang melanjutkan ke tahap orientasi, BPMSW Bidang PPSDM mengundang majelis jemaat penerima kader untuk hadir dalam kegiatan pembekalan terkait hal-hal teknis di tahap orientasi. Acara pertemuan mengenai tahap orientasi ini diadakan di GKI Nurdin, pada 28 Oktober 2019. Terimakasih kepada Majelis Jemaat GKI Nurdin yang telah membantu terlaksananya acara ini.

BPMSW juga bersyukur melihat antusiasme majelis-majelis Jemaat yang hadir. Beberapa majelis jemaat telah menempuh perjalanan jauh untuk ikut dalam acara ini. Acara pertemuan untuk kader-kader yang melanjutkan tahap orientasi akan diadakan pada hari Senin, 11 November 2019. Semoga tahap orientasi bisa dijalani dengan baik, menjadi berkat bagi jemaat dan bagi kader di jemaat tersebut.

BACA JUGA  Program Kerja Jemaat (Bagian 1)

BPMSW bersama dengan KKSW berusaha terus meningkatkan kompetensi para pendeta dengan memperlengkapi pendeta dan kader pendeta. Berbagai pembinaan dilakukan supaya pendeta dan calon pendeta GKI Sinwil Jabar tidak gagap menghadapi perubahan yang demikian cepat.

Pada tanggal 24 Oktober 2019, KKSW mengadakan bina khotbah dengan tema Welcoming Gen Start Up: The Power of Preaching. Pembinaan sekaligus workshop ini dibawakan oleh Pdt. Linna Gunawan, yang sedang mengambil studi doktoral bidang homiletika di Graduate Theological  Union dan Sdr. Danny Gamadhi, anggota GKI Kayu Putih, yang juga sedang studi doktoral mendalami homiletika di Knoxx University.

Kita doakan supaya studi Pdt. Linna dan Sdr. Danny dapat berjalan lancar dan ilmu yang diperoleh dapat semakin memuliakan Tuhan. Pembinaan ini diikuti oleh 25 pendeta dan kader pendeta. Mereka diajak untuk berkhotbah dengan metode yang pas dengan generasi start up. Sampai sekarang, khotbah merupakan sesuatu yang penting bagi jemaat saat mengikuti Kebaktian.  Kita sedang berproses melakukan revitalisasi ibadah. Hal tersebut tidak mungkin terjadi tanpa ada revitalisasi khotbah.

Penulis: BPMSW GKI SW Jabar