Ada kah yang juga berulang tahun di hari ini? Wah… ada Pak Rombey, ternyata, ultahnya sama dengan gereja kita. Pak Rombey ini salah satu jemaat yang tertua disini

Pnt. Hizkia Gunawan menyapa dengan ceria tiap warga jemaat GKI Taman Aries. Ia pun lantas turun dari mimbar mewawancarai beberapa warga jemaat, baik yang sudah berjemaat di tempat ini sejak 1992, maupun yang baru beberapa tahun bergabung, soal kesan mereka selama ikut kebaktian di GKI Taman Aries. Pdt. Rinto Tampubolon, yang baru sekitar 1,5 tahun melayani jemaat ini, juga turut diwawancarainya.

Kebaktian Minggu lalu (3/11) memang menjadi momen perayaan ulang tahun GKI Taman Aries yang ke-27. Jemaat yang diresmikan pada 2 November 1992 ini telah melewati sekian banyak perjalanan sehingga menjadi sebesar sekarang.

Pelayanan jemaat ini bermula dari sekitar bulan November 1986. Dimana ada 17 orang warga Kristiani yang tinggal di sekitar perumahan Taman Aries, yang berkeinginan untuk mendirikan gereja di wilayah tersebut. Kesepakatan ini kemudian berkembang menjadikannya sebagai pos KPK (Kebaktian Pelayanan dan Kesaksian) dari gereja induk, GKI Surya Utama.

Perkembangan terus berlanjut. Kebaktian Minggu pertama diadakan pada tanggal 1 Februari 1987. Kebaktian pertama ini dihadiri oleh 81 orang. Namun, ini bukanlah kebaktian minggu yang langsung berjalan rutin, karena saat itu kebaktian baru dimungkinkan diadakan dua kali setiap bulannya.

Dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada, beberapa kegiatan lain segera menyusul. Tercatat kebaktian sekolah minggu bagi anak-anak dan sejumlah pertemuan pemahaman Alkitab dan persekutuan wilayah juga diadakan. Kebaktian Minggu akhirnya rutin dilakukan sejak Mei 1988, demikian pula akhirnya gedung gereja baru pun selesai dibangun pada 1989.

BACA JUGA  Pesan Pastoral BPMS GKI untuk HUT Ke-31 GKI

Perjalanan yang sedemikian jauh, sampai sekarang patut dimaknai dengan penuh sukacita. Itulah yang diangkat sebagai tema perayaan ulang tahun kali ini: Menggereja dengan Sukacita. Dalam khotbahnya, sesuai bacaan minggu itu, Pnt. Hizkia mengaitkan antara suasana sukacita yang dialami Zakheus saat bertemu Yesus dengan apa yang dialami tiap jemaat gereja ini.

Zakheus, seperti kita, yang sebenarnya tidak layak dan penuh keterbatasan, namun beroleh kehormatan di datangi oleh Yesus. Itu sukacita yang luar biasa. Semoga tiap jemaat kita seperti Zakheus, dimana sukacita yang dialaminya itu tidak sekedar euforia, tapi membawa pertobatan dan perubahan hidup,” tutup Pnt. Hizkia mengajak refleksi. **arms