Adalah hal yang menarik jika kita mencari kisah soal bagaiamana akhir hidup dari kedua belas murid Yesus. Hanya dua orang yang dicatat oleh Alkitab terkait proses kematiannya, yaitu Yudas Iskariot dan Yakobus anak Zebedeus (saudara Yohanes).

Sebagaimana kita ketahui, Alkitab mencatat bahwa Yudas Iskariot menjual Yesus dengan tiga puluh keping perak. Dalam penyesalannya ia akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Uang yang dikembalikan Yudas, dibelikan tanah untuk pekuburan (Matius 27:5).

Sementara itu, Yakobus bin Zebedeus tercatat sebagai salah satu martir paling awal di gereja mula-mula. Ia menggenapi apa yang dikatakan Yesus, saat menubuatkan bahwa ia akan meminum cawan yang sama dengan Yesus (Markus 10:39). Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana ia dibunuh oleh Raja Herodes (Kis 12:2). Kemungkinan besar, Herodes yang dimaksud dalam catatan Lukas ini adalah Herodes Agripa, raja wilayah Yudea yang memerintah 41-44 M.

Kisah martirnya Yakobus bin Zebedeus ini memang terkadang terlupakan, mengingat setidaknya ada dua orang lain yang bernama Yakobus di Perjanjian Baru, yaitu Yakobus bin Alfeus dan Yakobus saudara Yesus.

Meski demikian, kita dapat melihat pembandingan dua kisah murid Yesus ini terbilang unik. Bagaimana kisah seorang yang mengkhianati Yesus disandingkan dengan kisah orang yang mati demi-Nya. Yudas Iskariot dan Yakobus bin Zebedeus adalah gambaran akhir kisah yang mungkin saja dialami oleh tiap mereka yang mengaku murid Kristus. Mungkin patut direnungkan, mengapa Alkitab hanya mencatat dua kisah kontras ini, selain karena kematian keduanya memang terjadi di fase paling awal gereja.

Akhir hidup para murid Yesus lain, tidak dicatat dalam Kitab Suci. Kita hanya dapat mengandalkan sumber-sumber tradisional gerejawi untuk menelisiknya. Meski sebagian besar sumber itu menyajikan kisah yang bersesuaian, tidak jarang ada sejumlah perdebatan soal sejumlah variasi kisahnya. **arms

BACA JUGA  Leksionari yang Masih Muda

Ilustrasi: Barbarash