Dalam The Chosen – drama seri terbaru tentang kisah Yesus dari sudut pandang orang yang berinteraksi dengannya – sutradara Dallas Jenkins memilih untuk menampilkan sosok Matius sebagai seorang yang sangat teliti dan punya kemampuan analisis yang tajam. Masih dalam narasi tersebut, Rasul Matius juga digambarkan memiliki kesulitan dalam pergaulan sosial. Ini yang menjadikan sosoknya di film ini cukup disukai, terutama oleh penonton dengan kebutuhan emosional khusus.

Gambaran itu tentu cukup mungkin. Para pemungut cukai di zaman Yesus, memang umumnya teliti dalam pencatatan. Meski demikian, mereka juga terbilang sosok yang dijauhi dari pergaulan keseharian masyarakat Yahudi, karena dianggap sebagai kaki tangan penjajah Romawi.

Sangat menarik jika Rasul Matius memilih untuk tetap menyematkan profesi pemungut cukai untuk menyebut dirinya sendiri (Matius 10:3). Meski telah meninggalkan pekerjaan dan sepenuhnya mengikut Kristus, nampaknya ia tidak keberatan akan sebutan orang tentang masa lalunya. Ia telah beranjak menjadi seorang yang melayani, melampaui peduli tentang citra diri sendiri.

Dalam narasi Injil yang ditulisnya, ia lebih memilih nama Matius, ketimbang Lewi sebagaimana Injil Markus dan Lukas mencatat. Agaknya dua nama ini memang melekat pada dirinya, karena menggunakan dua nama bukanlah hal yang aneh di tradisi Yahudi.

Nama Lewi kemungkinan besar adalah kaum asal Matius. Sementara nama Matius (Ibrani Mattai/Mattiyahu) berarti pemberian Tuhan. Dua nama itu juga merujuk pada dua tokoh yang dihormati umat Yahudi. Lewi adalah salah satu leluhur Israel, yang keturunannya dijadikan imam bait suci. Sementara Mattiyahu ben Yohanan adalah imam yang memimpin gerakan revolusi Makkabe melawan dinasti Seleukia (tahun 167 SM).

Nampaknya, dengan memilih nama dari tokoh kedua, Matius juga ingin menunjukkan bahwa ia senafas dengan bangsanya yang merindukan kemerdekaan. Namun, kemerdekaan yang ia yakini dalam Kristus, melampaui sekedar kemerdekaan satu bangsa, namun umat manusia. Semangat yang begitu kental mewarnai Injil yang ditulisnya, yang kemungkinan besar memang ditujukan kepada pembaca berlatar Yahudi.

Tradisi gereja tidak banyak mencatat akhir hidup dari Rasul Matius. Catatan St. Ireaneus menyebut bahwa sang rasul mengerjakan karya penginjilan di Yudea, sebelum pergi ke wilayah bangsa-bangsa lain, namun tidak menyebut kemana Matius berangkat setelah itu.

Meski demikian hampir semua catatan bapa gereja menulis bahwa Matius memang wafat dalam kemartiran, seperti hampir semua murid Kristus lainnya. Dua lokasi kemartiran yang berasal dari catatan yang lebih baru (setelah abad kelima) menyebut Rasul Matius wafat di Etiopia atau juga di Persia. **arms

Ilustrasi: Apostle Saint Matthew, Domenikos Theotokopoulos (1541-1614) foto Leemage

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.