Catatan tradisional gereja umumnya bersepakat bahwa Rasul Tomas menyelesaikan pelayanan pekabaran Injil di wilayah India hingga akhir hayatnya. Ia diperkirakan memulai perjalanan ke India sejak akhir tahun 40-an atau awal 50-an Masehi. Di India ia hadir di wilayah sekitar Muziris (negara bagian Kerala, India saat ini), dimana disana sudah cukup lama berkembang komunitas Yahudi India.

Komunitas Kristiani di India (baik yang Katolik Timur maupun Ortodoks) memang mempunyai catatan sejarah panjang yang menempatkan Rasul Tomas bersama Bartolomeus sebagai perintis jemaat di wilayah ini. Secara umum mereka menyebut diri sebagai umat Kristiani St. Thomas (Mar Thoma Nazranis).

Ini bersesuaian dengan sejumlah catatan Bapa Gereja dari pertengahan tahun 200-an. Baik Origenes, Eusebius dari Kaisarea, Efraim dari Syiria, maupun Kisah Tomas (kitab berbahasa Syiria) semua membenarkan bahwa sang rasul melakuan perjalanan jauh ke Timur dari Eddesa, Persia hingga ke bagian barat daya India. Sang rasul diberitakan wafat sebagai martir di Chennai, India, pada sekitar tahun 72 M.

Injil Sinoptik memang hanya menyebut nama rasul Tomas dalam kisah pemanggilan murid. Namun Injil Yohanes memberikan beberapa gambaran tambahan tentang karakter rasul ini lewat beberapa kisah lain. Tomas diceritakan bergunjing pada rekannya dengan nada menyindir saat Yesus mengajak para murid ke rumah Lazarus yang telah wafat (Yoh 11:6). Juga menyahut dengan nada kritis saat Yesus berkata bahwa para murid akan selalu mengetahui dimana Ia berada (Yoh 14:5).

Cerita yang paling banyak dikenal, tentu saat Tomas tidak hadir ketika Yesus menampakkan diri pada murid-murid yang lain, sehingga ia pun meragukan kebangkitan Yesus. Sampai akhirnya Yesus kembali menampakkan diri dan ia pun menjadi percaya (Yoh 20:24-29). Tomas berubah dari peragu menjadi orang yang percaya.

Namun yang masih terbilang menjadi perdebatan adalah terkait nama Tomas itu sendiri. Umumnya penafsir Alkitab setuju nama ini adalah helenisasi dari kata Aram tauma (Ibrani: teom) yang berarti kembar. Sehingga dalam bahasa Yunani, nama Tomas juga disebut Didimus, kata yang juga berarti kembar. Jika benar demikian, siapakah saudara kembar sang rasul?

Dari sejumlah catatan gerejawi soal Rasul Tomas, hal ini boleh dikatakan tidak disinggung. Bahkan nampaknya tidak menjadi perhatian khusus jemaat awal Kristiani. Sejumlah penafsir, terutama saat menafsirkan kitab Kisah Tomas menduga bahwa wajah rasul Tomas mirip dengan Yesus, sehingga kitab itu menyebutkan bahwa Yesus menyapa Tomas seperti saudara kembar-Nya.

Namun tafsiran yang simbolik agaknya lebih mengunggah refleksi. Saudara kembar dari Tomas itu bisa jadi adalah kita. Orang yang awalnya peragu, namun setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan diubah menjadi percaya dan berkarya memberkati orang lain. **arms

Ilustrasi: St. Thomas Mount di Chennai India (elavarasanece).

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.