Ada perbedaan yang tidak henti menyangkut sosok rasul yang satu ini. Catatan gerejawi pun menunjukkan sejumlah ketidaksesuaian soal siapa yang dimaksud dengan Yakobus bin Alfeus. Ini pula yang menyebabkan kisah hidupnya bertumpang tindih dengan narasi yang lain.

Sebagaimana kita ketahui sepanjang Perjanjian Baru ada lima keterangan yang disematkan untuk nama Yakobus, yang mengindikasikan kemungkinan orang yang berbeda, yaitu: Yakobus bin Zebedeus (saudara Yohanes), Yakobus bin Alfeus (Lihat Matius 10:2-3; Markus 3:17-18), Yakobus saudara Yesus (Matius 13:55, Galatia 3:19), Yakobus Muda, saudara Yoses (Markus 15:40) dan Yakobus penulis Surat Yakobus.

Semua tradisi kekristenan meyakini Yakobus bin Zebedeus adalah saudara kandung Rasul Yohanes, dan merupakan satu dari kedua belas murid Yesus. Rasul yang ini wafat sebagai martir, sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 12. Namun, ada perbedaan pandangan terkait Yakobus yang lainnya.

Gereja Katolik Roma, mengikuti pandangan St. Hyeronimus, meyakini bahwa Yakobus bin Alfeus, Yakobus Saudara Yesus, Yakobus penulis surat rasuli dan Yakobus Muda adalah orang yang sama. Pandangan ini didasari pada pengakuan Paulus di Surat Galatia, dimana Yakobus saudara Yesus dianggap sebagai soko guru jemaat diantara para murid Yesus.

Dalam keyakinan Katolik yang meyakini Bunda Maria selalu perawan, sebutan ‘saudara Tuhan’ untuk Yakobus lebih tepat diartikan sebagai saudara dalam pengertian sepupu. Dalam hal ini Kleopas suami Maria ibu Yakobus diasumsikan sebagai orang yang sama dengan Alfeus.

Sementara itu, tafsiran Gereja Ortodoks dan Gereja-gereja Protestan umumnya meyakini ada dua sosok lain selain Yakobus bin Zebedeus. Dimana Yakobus bin Alfeus adalah Yakobus Muda, yang merupakan salah satu dari kedua belas murid. Sedangkan Yakobus saudara Yesus adalah Yakobus penulis surat rasuliah, bukan merupakan salah satu dari dua belas murid.

BACA JUGA  Pesan Pastoral BPMS GKI untuk HUT Ke-31 GKI

Sematan nama Alfeus, sebagai ayah dari Yakobus, juga mengindikasikan kemungkinan ia bersaudara dengan Matius, pemungut cukai. Meski kemungkinan ini hanyalah kesamaan nama juga sangat besar peluangnya, sebab penyebutan kedua rasul ini tidak pernah disandingkan seperti layaknya dua pasangan saudara lain, Yakobus dan Yohanes anak-anak dari Zebedeus, atau Simon Petrus dan Andreas anak dari Yona (Yohanes).

Jika kita mengikuti catatan gereja Katolik. Jelaslah bahwa Yakobus saudara Yesus mengalami kemartiran saat penganiyaan jemaat Jerusalem sekitar tahun 69 M. Sementara jika menilik catatan di Gereja Ortodoks, Yakobus bin Alfeus dikisahkan melakukan pekerjaan penginjilan ke selatan Yerusalem, menelusuri Gaza hingga ke wilayah Ostrakine (saat ini El Felusiyat, Mesir). Ia wafat disana sekitar tahun 62 M. **arms

Ilustrasi: St James the Minor oleh Peter Paul Rubens