Ini menjadi kali kedua kami mengadakan kebaktian Rabu Abu di GKI Cibeureum, setahun setengah setelah dilembagakan menjadi jemaat dewasa kami memutuskan mengikuti rangkaian masa raya Paska, sebagai bagian dari Sinode GKI, kami rindu dapat berderap bersama menghayati pra-Paska hingga Paska,” ungkap Pnt. Phillip M. Tarigan.

Sore itu hujan belum juga reda. Sekitar 40-an warga jemaat dan simpatisan hadir di Aula SMAK 3 BPK Penabur Bandung untuk mengikuti Kebaktian Rabu Abu (26/2) dalam rangka mengawali masa pra-Paska 2020.

Pemberitaan Firman dalam kebaktian ini dilayani oleh Pdt. Cenglyson Tjajadi dari GKI Anugerah Bandung, nas terambil dari Matius 6: 1-6, 16-21. Di dalam khotbahnya pendeta konsulen di GKI Cibeureum ini mengingatkan agar setiap ibadah yang dilakukan pada saat pra-Paska ini bukan hanya ritual lahiriah saja.

Kita semestinya tidak seperti orang-orang Yahudi yang dicela oleh Tuhan Yesus seperti dalam bacaan Injil pada hari ini. Mereka melakukan semua itu hanya demi kepuasaan dan kepetingan lahirian semata agar mendapatkan pujian dari orang-orang,” serunya.

Pdt. Cenglyson mengajak setiap hadirin untuk menggunakan momentum pra-Paska sebagai sarana membangun relasi dengan Tuhan baik melalui doa, puasa dan kebajikan lainnya. Ritus penorahan abu berlangsung khidmat, dengan iringan lagu “Hanya Debulah Aku” dari Kidung Keesaan 72, warga jemaat dan simpatisan yang hadir menerima abu di dahi sebagai tanda pertobatan dan perkabungan atas dosa.

Aksi simbolis penorehan abu ini menjadi sebuah undangan untuk berefleksi dan bertobat atas dosa-dosa. Melaluinya, setiap pribadi diajak untuk menguji hati dan pikiran untuk mempersiapkan diri menyambut masa raya Paska.

Bagi jemaat yang tergabung dalam GKI Klasis Priangan ini, Rabu Abu bukan sekadar aksi simbolis yang bersifat lahiriah belaka, melainkan saat yang tepat untuk mengajak umat dalam aksi yang lebih nyata.

Selama 40 hari kedepan kami mengadakan aksi puasa, dimana hasil dari dana puasa itu akan digunakan untuk kegiatan sosial. Seperti tahun lalu kami menyalurkannya kepada Yayasan Anak Kanker Indonesia.” Demikian tutur Pnt. Phillips M. Tarigan. Harapannya masa raya Paska yang diawali Rabu Abu ini menjadi masa bagi seluruh keluarga besar GKI Cibeureum untuk berpuasa sekaligus berbela rasa dengan sesama.

Kontributor: Yogi Fitra Firdaus

Author

  • Selisip

    SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.