Jangan panik dan jangan hanya memikirkan kepentingan Anda…

Demikian Pdt. Yolanda Pantou memberi saran sekaligus mendorong tanggung jawab bersama. Lewat video testimoni di laman facebook pribadinya, pendeta GKI Surya Utama ini menyampaikan hal terkait sikap dan tindakan yang perlu dilakukan, saat ada kerabat kita yang dinyatakan postif Covid-19.

Saran itu bukanlah sekedar seruan dari jauh, namun bersumber dari pengalaman yang terjadi di keluarganya. Pdt. Yolanda sendiri, saat mengunggah video tersebut, sedang menjalani masa isolasi karena ayahnya dinyatakan positif Covid-19. Meski sang ayah kini telah sembuh, anggota keluarga terdekat masih harus menjalani masa isolasi terpisah, demi mencegah penularan.

Video testimoni itu telah dibagikan lebih dari seribu kali dan dianggap sebagai salah satu anjuran terbaik bagi yang memiliki kerabat terdampak virus Corona. Bisa jadi karena isinya tidak hanya mencakup saran teknis terkait hal medis, namun juga terkait sisi sosial dan psikologis dari orang yang terdampak.

Dari komentar-komentar yang diunggah, umumnya mengapresiasi testimoni ini karena seimbang dalam menekankan tanggung jawab, mendorong agar tidak panik, serta memunculkan harapan bahwa kita dapat saling membantu menghadapi pandemi Corona.

Pdt. Yolanda tidak sendirian. Masih ada sejumlah orang yang mengungah hal senada. Pdt. Joas Adiprasetya misalnya, laman facebook dan instagram pengerja GKI Pondok Indah ini setiap hari mengunggah testimoni dari Ergon Pranata Pieters, alumnus STFT Jakarta yang kini menjalani masa vikariat di GPIB Eben Haezer Palangkaraya.

Ergon dinyatakan positif Covid-19 sejak Rabu lalu (25/3). Lewat laman media sosial Pdt. Joas, ia berbagi pergumulan pribadi serta hal yang membuatnya tetap berpengharapan di tengah masa perawatan dan isolasi. Bagaimana Tuhan memakai banyak orang untuk terus menemani dan memberinya semangat.

Adalah hal wajar jika orang khawatir dan menjadi putus asa di tengah pandemi seperti ini. Apalagi pemberitaan negatif bukanlah hal yang bisa dihindari, bahkan menyerbu hampir tiap hari. Namun, kita semestinya tidak dilemahkan, sebab kita pun bisa menyaksikan sejumlah peristiwa yang menumbuhkan harapan serta mendorong kita untuk terus berbuat kebaikan.

Harapan akan terus terpelihara, sekecil apapun upaya kita untuk memunculkannya. Sapaan hangat antar saudara, lagu dan pesan pastoral dari para pendeta kita, berbagi info valid dan mencegah hoax terkait pandemi ini, membantu menyediakan APD atau bahan untuk higenitas personal, membantu menyediakan keperluan rekan-rekan yang menjalani masa isolasi, menjadi relawan untuk gugus penanggulangan Covid-19 di lingkungan kita atau bahkan diam di rumah mendoakan rekan-rekan yang berjuang di garis depan menghadapi pandemi ini.

Tidak ada yang terlalu kecil bagi upaya menolong. Tidak pernah ada yang sia-sia bagi pengharapan dan kasih. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.