Belakangan kita kenal yang namanya toxic family atau toxic friend. Saat salah satu pihak memaksakan kehendak dengan cara manipulatif terhadap orang lain,” demikian Pdt. Brahmana Duta Dewa memulai uraiannya.

Pendeta di GKP Bekasi itu memulai uraiannya membahas fenomena terkait kondisi keluarga dan pergaulan sosial pemuda masa kini. Tekanan dan cepatnya perubahan di masa sekarang membuat banyak dari kita tidak bisa mengekspresikan emosi dengan tepat dan sesuai dalam relasi. Demikian pula pola belajar yang tidak seimbang terkait kemampuan sosial. “Ini yang membuat beberapa pribadi, tanpa sadar menggerus emosi dan kepedulian dari orang dekatnya,” ungkap Pdt. Brahmana.

Bahasan itu adalah tema dalam persekutuan gabungan pemuda GKI se-klasis Jakarta Timur. Acara yang diadakan di GKI Agus Salim, Bekasi, Sabtu sore (29/1) itu mengambil tema Social Life Style vs Family.

Kecerdasan berelasi adalah salah satu tantangan yang perlu digumuli oleh kaum muda. Perbedaan generasi yang begitu kentara antara orang tua dan pemuda remaja masa kini tak jarang menimbulkan tarikan yang cukup kuat, antara kebutuhan pergaulan kaum muda dengan keharmonisan hubungan di keluarga. Antara pergaulan dan gaya sosial kaum muda yang mungkin berdampak buruk, atau orang tua yang dinilai terlalu protektif dan tidak terbuka kemajuan.

Hal itu akan semakin terasa di usia jelang dewasa, dimana kaum muda sudah diharuskan bersikap mandiri. Ini yang menjadi kepedulian kaum muda GKI Klasis Jakarta Timur dalam menangkat tema tersebut. Sebagaimana diyakini dalam spiritualitas Kristiani, relasi yang menimbulkan kemelekatan dan manipulatif bukanlah pola yang baik.

Tiap pribadi semestinya melekat pada Kristus, yang memampukan kita untuk mengekspresikan cinta kasih, baik pada orang tua maupun teman-teman sepergaulan,” simpul Pdt. Brahmana.

Persekutuan gabungan ini merupakan kegiatan gabungan pertama pemuda GKI Klasis Jakarta Timur di tahun 2020. Sebagaimana tema-tema sebelumnya, persekutuan gabungan memang berupaya melengkapi bahasan yang relevan bagi kaum muda. Terutama mereka yang telah memasuki dunia kerja di perkotaan seperti komposisi dominan kaum muda di klasis ini. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.