Sinode GKI menyampaikan himbauan untuk mulai menerapkan sikap bertanggung jawab demi mencegah penularan virus corona jenis baru, atau Covid-19. Sebagaimana diketahui, WHO telah menetapkan Covid-19 ini sebagai pandemi global. Demikian pula, secara nasional BNPB telah menetapkan masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk warga gereja.

Di tiap jemaat GKI upaya tersebut sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Beberapa gereja telah menerapkan higenitas personal dan membatasi kontak fisik semisal bersalaman. Di sejumlah jemaat, terutama di kota besar, bahkan telah meniadakan kebaktian minggu dan kegiatan gerejawi dalam skala besar. Terbaru, di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat juga mengalihkan kebaktian minggu di tanggal 22 dan 29 Maret lewat sarana streaming ibadah.

Bagi warga jemaat yang tetap mengikuti kebaktian minggu atau kegiatan gerejawi lain, perlu memperhatikan sejumlah aspek untuk melindungi diri sendiri juga orang lain yang mungkin lebih rentan terhadap penyakit tersebut.

Selain memastikan higenitas personal dengan sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan, kita juga perlu menerapkan social distancing. Jika kita mengalami gejala penyakit jauh lebih baik jika tidak hadir dalam pertemuan dengan banyak orang. Demikian pula sebisa mungkin membatasi kontak fisik dalam pertemuan dengan orang lain.

Social distancing bukanlah bentuk ketidakpedulian atau sekedar mementingkan diri sendiri. Kita justru tengah berempati dan bekerja sehati lintas-batas demi mencegah penularan. Kita pun bahu-membahu membatasi jarak, demi empati pada mereka yang lebih rentan tertular. Juga agar fasilitas kesehatan yang merupakan milik bersama, maksimal dipakai oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Mari mulai dari diri sendiri!

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.