Dengan mewabahnya virus covid-19 saat ini, terjadi kelangkaan dan kenaikan harga terhadap beberapa barang di pasaran, salah satunya adalah hand sanitizer. Padahal menurut banyak dokter cuci tangan dengan sabun lebih disarankan dibanding menggunakan hand sanitizer, sebab hand sanitizer diperuntukkan hanya dalam kondisi tidak bisa cuci tangan dengan sabun. Namun sayangnya tempat cuci tangan belum banyak ditemukan di fasilitas-fasilitas umum. Sementara itu walau saat ini telah diberlakukan social/ physical distancing, masih ada banyak orang yang terpaksa harus tetap ke luar rumah, entah untuk berbelanja, bekerja, mengantarkan barang dan sebagainya.

GKI Kayu Putih

Kemudian dalam beberapa postingan di media sosial, saya melihat ada Gereja-gereja yang membuat tempat cuci tangan baik di depan gedung gereja atau di tempat keramaian seperti di pasar. Di saat yang lain, di media sosial juga saya melihat ada orang yang menggantungkan bungkusan makanan di pagar rumahnya untuk dapat diambil oleh siapa pun yang membutuhkan. Kedua postingan tersebut membuat saya ingat, bahwa konon dahulu warga sering menaruh kendi berisi air bersih di depan rumahnya, sehingga setiap pengelana yang haus dan kebetulan lewat di depan rumahnya dapat minum dari kendi tersebut. Lalu timbullah ide, bahwa pada masa sekarang ini kendi itu dapat diganti menjadi tempat cuci tangan bagi siapa saja yang lewat.

Jika ada banyak orang yang tergerak untuk membuat tempat cuci tangan di depan rumah, toko, gereja dan fasilitas umum, maka orang-orang yang terpaksa harus ke luar rumah dapat mencuci tangan mereka di mana saja dan kapan saja. Saat ini juga ada banyak orang yang mengandalkan jasa ojol untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya. Jika ada tempat cuci tangan di depan rumah, mereka dapat mencegah kemungkinan penularan dengan mencuci tangan. Selain itu, penghuni rumah pun dapat mencuci tangan sebelum masuk ke rumah jika terpaksa harus ke luar rumah. Lagi pula, tempat cuci tangan ini dapat terus dipakai bahkan jika nanti wabah telah mereda. Bukankah cuci tangan adalah hal yang baik?

Karena itu saya mencoba untuk membuat tempat cuci tangan sendiri setelah mencari tahu dari internet. Ternyata mudah, cukup menggunakan ember atau wadah tertutup lainnya yang dimodifikasi dengan keran. Bahan-bahannya sederhana dan cukup murah. Pembuatannya pun cukup mudah untuk dilakukan.

Bahan:

  • Ember/ wadah tertutup
  • Keran + pipa drat dalam
  • Lem kaca/ lem pipa/ sealant
  • Seal tape
  • Ring keran & karet (opsional)

 

Cara membuat:

  1. Lubangi ember seukuran keran. Untuk melubangi dapat menggunakan bor, atau jika tidak memiliki bor, dapat menggunakan paku yang dipanaskan.
  2. Pasang keran yang sudah dilapisi seal tape dan pipa drat dalam, di lubang yang sudah dibuat kemudian lapisi dengan lem pipa/ sealant, untuk memastikan tidak ada kebocoran.
  3. Akan lebih baik jika ditambahkan ring keran dan karet agar lebih kuat. Karet dapat dibuat sendiri dengan menggunakan ban dalam bekas.
  4. Tunggu sampai lem mengering, kemudian uji coba apakah ada kebocoran atau tidak.
  5. Jangan lupa untuk sediakan sabun dan wadah penampungan air bekas cuci tangan agar tidak mengotori jalanan/ area di depan rumah.
Tampak Dalam
Tampak Luar

Jika kita memiliki wadah yang sudah ada kerannya akan lebih mudah karena tidak perlu membuat lagi. Alternatif lainnya yang lebih mudah adalah dengan menggunakan gallon air yang diberikan pompa.

Galon air diberi pompa

Mudah dan murah kan?

Saat ini GKI Klasis Jakarta Timur sudah mulai bergerak untuk membuat tempat-tempat cuci tangan dan mendorong anggota Jemaat untuk dapat membuat masing-masing di depan rumahnya. Jika kita bergerak dan berjuang bersama, kita dapat ikut serta membantu mengurangi kemungkinan penyebaran covid-19, ikut menjaga kesehatan banyak orang di sekitar, juga termasuk diri sendiri. Ternyata untuk berbuat kebaikan tidak harus dengan hal yang ribet dan mahal. Soli Deo Gloria.

Author