Apa yang menjadi dasar Yesus menyembuhkan banyak orang sakit? Apa yang membuat Yesus memberi makan banyak orang yang mendengarkan khotbahNya? Apa yang membuat Yesus membangkitkan Lazarus? Banyak tindakan yang dilakukan Yesus didorong oleh kepekaan Yesus. Yesus peka pada kesakitan dan pergumulan orang-orang yang dijumpaiNya itu. Compassion – bela rasa – kepekaan Yesus mendorong Yesus terus berkarya memanusiakan manusia. Mereka yang terkungkung dalam sakitnya, diberikan kesembuhan. Mereka yang dikucilkan karena sakitnya juga dipulihkan. Yesus bahkan membangkitkan Lazarus karena Ia peka terhadap pergumulan dan kehilangan Maria dan Marta.

Pokja Oncor adalah sebuah Kelompok Kerja yang ada di GKI Pondok Makmur. Kata Oncor sendiri dalam bahasa Jawa berarti obor yang dibuat dari bambu dengan tujuan menerangi kegelapan. Seperti namanya, Pokja ini melakukan hal-hal kemanusiaan dalam upaya terus mewartakan terang. Menarik apa yang dikatakan oleh Pak Irianto, Ketua Pokja Oncor, ” kami hanya ingin mewariskan kepekaan.” Apa yang dilakukan Pokja Oncor ini didorong oleh kepekaan atas apa yang dialami oleh sesama anak bangsa dan bagaimana justru apa yang dilakukan Pokja ini membuat orang melihat dan merasakan Terang Kristus.

Kepekaan adalah sesuatu yang harus dihidupkan dan saat itu dihidupkan maka itu lambat laun menjadi sebuah budaya yang hidup dan tanpa sadar justru menjadi sesuatu yang diwariskan. Pokja Oncor ini terdiri dari opa oma atau mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Bermulai dari percakapan dua sahabat, antara Pak Irianto Darsono dan ibu Johana Tedy Lukmana. Keduanya merasa resah hendak mencari sebuah slot pelayanan yang dapat dijadikan saluran untuk membayar hutang kepada Tuhan. Kedua keluarga ini sama-sama merasa berhutang banyak kepada Tuhan yang sudah menyertai lika liku kehidupan mereka sejak dahulu. Keduanya adalah aktifis GKI sejak muda. Di tengah pengalaman sebagai pelayan di lingkup GKI, mereka melihat bahwa ada banyak program yang harus dijalankan namun di satu sisi ada sesuatu hal yang muncul tiba-tiba dan membutuhkan respon. Lebih lanjut Pak Irianto memaparkan adanya Pokja ini untuk melengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Kesaksian Pelayanan di Majelis Jemaat, bahkan Pokja ini dapat segera bergerak leluasa saat melihat ada sesama yang membutuhkan atau ada yang harus segera ditangani. Setiap bulan Pokja Oncor menyalurkan bantuan beras dari Majelis Jemaat GKI Pondok Makmur untuk jemaat yg berkekurangan. Ketika ditanya “Apa saja yang dikerjakan Pokja Oncor?” Pokja Oncor mengatakan, ” Apa saja yg tidak dilakukan Majelis Jemaat Oncor akan melakukannya”, tentu dalam kaitan kemanusiaan. Jadi memang Pokja Oncor ini bermaksud mendukung keberadaan GKI Pondok Makmur.

Belum lama berselang, Pokja Oncor membantu seorang nenek yang tidak diperhatikan oleh keluarganya. Nenek ini ingin sekali pulang kampung dan Pokja Oncor membantu keinginan sang nenek. Terlihat sederhana namun memang inilah asal muasal mengapa Pokja Oncor ini ada, supaya terangnya terasa. Membagikan kacamata bagi mereka yang membutuhkan di Desa Palalangon, juga berbagi di LP bekerjasama dengan Yayasan Griya Kesehatan Indonesia juga dilakukan oleh Pokja Oncor ini. Kegiatan-kegiatan dilakukan swadaya dalam upaya untuk bekerja lebih lentur.

Pokja ONCOR

Menyikapi Pandemi Covid-19, Pokja Oncor dengan cepat memberdayakan potensi-potensi yang ada dalam jemaat; ada seorang ibu menjahit masker untuk dibagikan gratis, ada yang mengkoordinir nasi box, termasuk mengumpulkan dana untuk pengadaan nasi box tersebut, ada yang menyediakan hand sanitizer, ada yang berdonasi untuk disalurkan kepada jemaat dan masyarakat yang berdampak. Semua upaya ini membutuhkan juga dukungan dana. Ibu Johana Tedy Lukmana adalah seorang yang terus berupaya menopang pengadaan dana kegiatan-kegiatan ini sehingga GKI Pondok Makmur melalui Pokja Oncor dapat melakukan sesuatu di tengah pandemi yang hebat ini.

Hal yang juga dilakukan Pokja Oncor adalah secara swadaya bekerjasama dengan warung, memberi makanan dan membagikan kepada tukang sampah, ojek, ojol dan lain-lain. Sehari mereka bekerjasama dengan dua warung dan berganti warung lagi keesokan harinya.
Pokja Oncor juga sudah merancang sebuah kegiatan guna meringankan beban anggota jemaat yang harus isolasi mandiri karena Covid-19. Banyak hal yang sudah dan akan terus dilakukan oleh Pokja Oncor ini. Di tengah suasana yang sulit seperti ini, justru makin banyak orang yang mau ikut peduli dan ikut bergotong royong berkiprah bersama Pokja Oncor. Biarlah sama seperti namanya, Pokja Oncor boleh menjadi obor yang menyinari kegelapan di sekitarnya dan kepekaan boleh menjadi sebuah budaya bersama di GKI Pondok Makmur.

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.