Humanity Concert from Home: Kidung Cinta bagi Sesama. Saya melihat cuplikan video itu di youtube dan saya tertarik untuk melihatnya lebih dalam.  Dibawah ini adalah hasil wawancara dengan Tenaga Pelayan Gerejawi (TPG) Christyan Adi Pamungkas, SSi Teol. yang melayani sebagai TPG Musik di GKI Kepa Duri mengenai acara tersebut, mari kita simak bersama..

 

Kapan muncul ide mengenai acara ini?

Ide ini muncul tidak lama setelah gereja memutuskan untuk sementara waktu tidak mengadakan kebaktian di gedung gereja, karena wabah covid-19. Sekitar pertengahan Maret 2020. Seorang rekan dalam sebuah grup WA menggulirkan ide, “bagaimana kalau kita bikin konser virtual? Konser kemanusiaan. Tujuannya untuk mengapresiasi pejuang medis dan untuk menggalang donasi.” Ide ini direspon positif oleh rekan-rekan lainnya dan mulailah bersama-sama kami mendesain konsep acara ini.

 

Apa yang mendorong lahirnya acara ini?

Waktu itu kita hanya berpikir, wabah ini menimpa banyak orang di berbagai tempat, juga di negara kita Indonesia. Dari situ kami tergerak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan karunia/talenta yang Tuhan beri. Dan event ini menjadi jalan untuk kami berkarya dan menjadi berkat bagi sesama.

 

Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan Humanity Concert from Home ini?

Aktivis pelayan GKI Kepa Duri seperti kelompok musik Deo Volente, Teater Lapan, Paduan Suara Remaja Pemuda (PS. VOB), dan juga para aktivis GKI Kepa Duri lainnya.

 

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan acara ini?

Sekitar dua bulan

 

Di bawah adalah kesan-kesan rekan-rekan yang ikut mempersiapkan acara ini :

  1. Eirene , ini konser yang bermula dari ide gila, ditanggapi sama manusia-manusia gila, dan dijalani sampai jadi gila. Sama sekali ngga kebayang bisa merangkai ini semua dalam waktu yang sangat singkat. H- sekian pun masih dag dig dug, “keburu ngga ya?” Semoga konser virtual yang persiapannya nano nano ini bisa menjadi berkat buat semua yang nonton.

 

  1. Anugerah, IMPULSIVE SEKALIII HAHAHAHA. Nekat + gila + saya yang deadliner = ???? Excited? Sangat. Panik? BANGET, mulai dr H-1 deadline aransemen terancam ngulang dari awal lagi, sampe hari H deadline rekaman dan masih kurang rekam 3 lagu yang boleh dibilang “paling susah” hehe. Sakit pinggang akibat kelamaan duduk, insiden lupa rekam dan abis batre, banyak suara bocor dari jalanan. Banyaklah pokoknya, dengan segala keterbatasan tenaga dan alat buat rekam dan lain-lain, bisa dibilang “blood, sweat, and tears” lah ya. Tapi sekali lagi sampe sejauh ini masih “somehow managed” WKWKWKWKWK, yaaa lumayan sesuai sama moto dan nama orchestra nya lah ya “aturlah” dan deo volente hehe atas kehendak Tuhan.

 

  1. Melissa, konser yang ga disangka bakal jd kenyataan, semua serba gerak cepet, mulai dr persiapan sampai prosesnya (baru ngobrol iseng, besoknya rapat online, concepting, timeline kerja, buat aransemen, sampai proses latian dan rekaman), dan ga berasa skrg tinggal menghitung hari sampai waktu penayangan. Semoga HCFH ini boleh menjadi berkat bagi yg semua menyaksikannya.

 

  1. Ilka, Menurutku konser ini bagaikan dream comes true, gak pernah terbayang bisa terealisasi di tahun 2020 ini. Bisa dibilang ini salah satu blessing in disguise dari Tuhan ketika pandemi Covid-19 melanda. Bermula dari ide gila seorang rekan yang baru bangun, berlanjut menjadi mimpi kami bersama, yang akhirnya kali ini tidak hanya sekedar wacana belaka. Dengan waktu pengerjaan yang sangat tight schedule. Mulai dari menggarap aransemen lagu, latihan hanya keburu beberapa jam sebelum rekaman, rekaman sampai tengah malam, ngedit lagu dengan jumlah yang lebih banyak dari hari yang ada, dan segudang suka duka lainnya. Hampir setiap hari was was dikejar deadline, bikin gak bisa tidur, dan gak lapar. Semua dilakukan dengan segala keterbatasan yang ada, baik waktu, alat, tenaga dan skill. Tapi bersyukur banget dapat terlibat dalam acara konser HCFH, karena ini merupakan sebuah pengalaman berharga yang gokil abiess, seru banget, luar biasa lelah, exciting dan amat sangat memuaskan. Semoga karya ini dapat menginspirasi, menumbuhkan semangat bagi Para Pejuang kita, serta dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

 

  1. Adi Pamungkas, ini konser gila sekaligus nekat. Waktu terbatas, lagunya banyak, latihan ga bareng-bareng. Tapi seru karena banyak yang terlibat. Terus berkarya melalui talenta yang ada, untuk kemuliaan Tuhan dan menolong sesama!

 

Apa yang diharapkan dari terselenggaranya acara ini?

Harapan kami, sesuai nama konser dan temanya, jangan berhenti untuk melakukan kebaikan bagi sesama sekalipun di tengah situasi sulit dan berat saat ini. Cinta Allah harus tetap kita nyatakan! Juga kami berharap kita semua yang menyaksikan konser virtual ini, diteguhkan dan dikuatkan melalui kidung-kidung yang indah.

 

Apa pesan khusus yang ingin disampaikan kepada pembaca selisip?

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan telah memberikan karunia/talenta kepada kita masing-masing. Pakailah itu sebagai jalan berkatNya!

Terimakasih untuk kesediaannya memberikan info bagi Selisip.com. Mari rekan-rekan kita dukung teman-teman kita dalam acara Humanity Concert from Home: Kidung Cinta bagi Sesama. Kita doakan semoga semua berjalan lancar dan jangan lupa menonton melalui channel youtube yang link nya akan diberitahukan kemudian. Jangan lupa Minggu, 31 Mei 2020, Pk.18.00.