SELISIP.com – Politik itu kotor. Berpolitik sama halnya dengan berbohong, mengintrik, menjilat, berkhianat, curang, memfitnah, saling jegal, menjatuhkan, mencelakai, menipu, ingkar janji serta korup. Tidak dapat dimungkiri bahwa masih banyak orang kristen yang memandang politik sebagai ladang yang hina. Sehingga banyak yang memilih untuk menyingkir dan mengasingkan diri darinya.

Pandangan ini tidak lepas dari praktek politik kotor yang biasa kita tonton di media. Di sisi lain, hanya segelintir politisi yang berdampak langsung bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada kecenderungan politisi hanya bekerja demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Kecenderungan inipun turut menimpa para politisi yang notabene beragama kristen.

Namun kita kerap lupa bahwa politik bukanlah semata-mata tentang perilaku politik para politisi. Politik juga bukan sekedar situasi yang terjadi hari ini saja melainkan juga berkaitan dengan perubahan yang terjadi dari masa lalu hingga masa mendatang.

Bahkan seorang filsuf Yunani Aristoteles mendefenisikan politik secara meluas yakni sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Di sini ditegaskan bahwa politik adalah milik semua warga negara bukan milik segelintir elit politisi saja.

Bila rujukan defenisi politik yang kita gunakan adalah apa yang dikatakan oleh Aristoteles tentu saja kesalahpahaman terhadap politik selama ini harus berubah. Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah pergeseran makna sehingga kini politik dijadikan alat untuk memuaskan kepentingan pribadi dan kelompok. Lantas, apakah cukup dengan sadar saja bahwa ada pergeseran makna politik?

Tentu penting memikirkan bagaimana cara agar makna luhur politik bisa kembali seperti semula. Harus ada keberanian untuk terjun dan melakukan sesuatu agar orang-orang yang suka menyalahgunakan politik dapat tersingkir dari arena. Kita harus turut berpartisipasi dan pantang apatis terhadap kondisi politik kekinian.

Peran dan partisipasi kita tidak harus bertarung merebut kekuasaan. Betapa baiknya bila mampu terjun menjadi pejabat negara. Namun hal itu juga senafas dengan keikutsertaan mendukung para politisi yang memiliki visi mewujudkan kebaikan bersama agar menang dalam pemilu.

Dalam sebuah seminar, Romo Frans Magnis Suseno pernah berujar, Bila orang-orang baik takut terjun dalam politik sama saja dengan membiarkan politik dikuasai oleh orang-orang jahat.”

Lantas, apakah kita menginginkan orang-orang jahat tetap berkuasa sehingga praktek-praktek negatif tetap berlangsung seperti biasa? Tentu saja tidak. ***jfs

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.