Tahukah kamu bahwa di Alkitab tercatat beberapa raja yang pernah memerintah Israel dalam kurun waktu yang singkat? Tahukah kamu siapa-siapa saja mereka dan apa yang telah diperbuatnya untuk Israel? Yuk, kita cek sama-sama di 1 Raja-raja 16:8-28.

Ela, Zimri dan Omri adalah tiga raja yang pernah memerintah Israel. Kisah mereka begitu relevan dengan kejadian-kejadian yang kerap kita jumpai dalam kehidupan kita. Mereka adalah Raja yang bertindak semaunya, yang melakukan berbagai cara tidak baik dan melukai hati Tuhan.

Raja Ela memimpin Israel hanya 2 tahun sebelum akhirnya dibunuh oleh Zimri pegawainya. Dia dibunuh dan digulingkan dari tahtanya ketika sedang mabuk-mabukan. Ela selama masa pemerintahannya menyakiti hati Allah dengan menyembah berhala. Kemudian, setelah kematiannya Zimri merebut tahtanya sebagai Raja Israel.

Ternyata, Zimri masa pemerintahannya jauh lebih singkat dibanding Raja Ela yakni 7 hari. Ketika rakyat tahu bahwa Zimri membunuh raja terdahulu, maka rakyat mengangkat Omri panglima tentara menjad Raja Israel. Belum sempat menikmati masa pemerintahannya, Zimri ketakutan dan mati dengan cara membakar diri di istana raja.

Setelah kejadian tersebut, pemerintahan Israel berada di tangan Omri. Omri memiliki massa yang banyak dan bertahan menjadi raja dengan gaya kepemimpinan yang cukup baik. Namun, Omri dan keturunannya ternyata sangat dibenci Allah karena melukai hati Allah lebih dari raja-raja sebelumnya.

Omri dan keturunannya tidak menghormati Allah bahkan mereka lebih gencar menyembah berhala dan memperisteri wanita yang tidak mengenal Allah. Allah menjadi murka atas perbuatan mereka. Omri hanya memerintah selama 6 tahun saja.

Ketiga kisah Raja ini bercerita bahwa haus akan kekuasaan mematikan nurani kita. Cara-cara pintas yang tidak pantas seringkali kita anggap benar untuk meluluskan niat menggapai kekuasaan. Raja-raja ini menjadi cerminan bahwa cara instan yang salah di mata Allah tidak akan bertahan lama. Allah akan menunjukkan murkanya kepada siapa saja yang menyakiti hatinya dan tidak bertobat.

Keadaan ini begitu relevan hingga saat ini, apa yang dianggap benar oleh mata dunia tidak sama seperti apa yang dilihat Allah. Allah akan menunjukan pekerjaan tangan yang luar biasa bagi siapapun yang memerintah mengikuti cara-Nya. Gaya kepemimpinan Allah adalah yang terbaik, ketika kita melakukan yang benar di mata Allah dan tidak melukai hati-Nya maka ia akan senantiasa menjaga kita sesulit apapun keadaannya. So, kalau tidak ingin kena murka Allah tinggal ikuti aturan main-Nya saja. **yst

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.