“Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan janganlah berlaku  kasar terhadap dia.” – Kolose 3:19

Tuhan memerintahkan suami untuk mengasihi atau mencintai istrinya sama seperti mengasihi dirinya sendiri (Efesus 5:28). Bagi mereka yang berada dalam bahtera rumah tangga pastilah sudah mengerti nasehat yang disampaikan Allah melalui firman-Nya untuk bisa bertahan dalam segala liku-liku kehidupan bersama pasangannya. Ada beberapa tokoh Alkitab yang menjadi teladan karena keberhasilannya dalam memperlakukan isterinya dengan baik, Siapa sajakah mereka?

Musa
Tertulis dalam Bilangan 12:1, bahwa Miryam dan Harun mengatai Musa dan “berbicara melawannya”. Hal ini dikarenakan dia telah menikah dengan seorang wanita Kush yang berkulit hitam (Kush ada di Etiopia modern). Secara tidak langsung, ini adalah prasangka rasial atau bahkan dianggap sebagai budak dan lebih rendah dari kalangan Israel. Meskipun begitu, Musa pastilah tidak nyaman mendengar berbagai komentar mengenai isterinya, namun hal itu tak sekalipun membuatnya goyah. Ia tidak peduli tentang pendapat buruk dan tetap memperlakukan isterinya dengan hormat.

Boas
Naomi meninggalkan rumahnya di Bethlehem untuk tinggal di Moab bersama suami dan anak-anaknya (Ruth 1:1-22). Saat itu kedua puteranya memilih menikah dengan wanita Moab, tapi suami dan anaknya lebih dulu meninggal. Setelah kejadian itu, Naomi dan menantunya Ruth kembali ke Bethlehem, saat itulah Ruth bertemu dengan Boas kerabat jauh Naomi yang kaya raya. Sekalipun Ruth hidup dalam kemiskinan, Boas tak memandangnya rendah. Kisah rumah tangga mereka terbilang cukup unik.

Elkana
Dia menikah dengan seorang wanita bernama Hana, yang tidak memiliki keturunan. Pada masa itu, hal ini sangat memalukan bagi seorang wanita. Elkana bisa saja menceraikannya, namun dia tidak melakukannya karena dalamnya cinta pada istrinya.

Ketika Hana menangis dan gusar, Elkana mencoba menenangkan dan berkata,“Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?” (1 Samuel 1:8). Elkana tetap memperlakukan isterinya dengan baik, hingga suatu hari Tuhan memberikan anak bagi mereka untuk melengkapi kebahagiaannya.

Palti
Palti adalah suami kedua Mikhal, anak perempuan Saul, yang diberikan Saul kepadanya. Ketika Daud unggul dari anak Saul Isyboset, dia menuntut Mikhal kembali padanya. Palti pergi dan menangis di belakangnya sepanjang jalan (2 Samuel 3:16). Palti merupakan sosok suami yang berani menunjukkan kesetiaannya sebab pada masa itu tidak ada yang berani melintas di depan raja. Kisah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana suramnya perlakuan terhadap wanita. Terbukti dari kisah ini yang mana sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan dan pilihan Mikhal tentang keinginannya.

Hosea
Merupakan seorang nabi yang dipakai Tuhan untuk pernikahan yang tidak bahagia sebagai metafora atas hubungan Allah dan Israel. Hosea menikahi seorang wanita bernama Gomer, yang tidak setia kepadanya dan tampaknya memiliki anak dengan laki-laki lain (Hosea 1:2). Dan Hosea, bagaimanapun juga tetap setia dan menjaga istrinya (Hosea 3:1).

Tokoh Alkitab ini tentu memiliki banyak rintangan namun mereka tetap setia dan menghormati isterinya. Bentuk kesetiaan itu sekaligus menunjukkan ketaatan mereka kepada Tuhan. Mereka mengimani bahwa pernikahan yang bahagia terjadi dengan ketaatan yang mereka bina dalam kehidupan mereka. **yst

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.