Bagaimana menerapkan kepemimpinan di tengah kondisi kita sebagai minoritas?” Pertanyaan itu muncul dalam bentuk tertulis. Lidwina Widyawati menjawab lugas, bahwa justru dalam kondisi kita sebagai minoritas, hal sekecil apapun yang kita lalukan pasti jadi sorotan. Entah itu baik, atau buruk, pasti langsung terlihat. Maka, kita tidak perlu khawatir. Pengaruh yang baik perlu terus ditumbuhkan.

Lidwina juga tampil santai dan kaya ilustrasi saat menjelaskan tentang kepemimpinan bagi diri sendiri. Sepanjang satu jam lebih, sesi yang ia ampu bersama rekannya Alvin Kastin, terasa begitu cepat mengalir. Tidak hanya bicara, kedua narasumber itu pun mengajak peserta aktif berdiskusi dan memainkan simulasi.

Gaya penyampaian yang terbilang mudah dicerna itu disambut baik peserta. Sekitar lima puluh orang yang hadir, penuh antusias menulis, menyimak sekaligus memberi apresiasi pada tim narasumber yang diundang dalam pelatihan ini.

Kami ini hampir sama kuatnya dengan Ny. Meneer, kami berdiri sejak 1912,” canda Alvin memperkenalkan lembaga trainingnya yang telah mendunia, sejak awal didirikan di Amerika Serikat. Sabtu sore itu (17/6) dua personel dari Dale Carnegie Indonesia itulah yang diundang mengisi sesi training Kepemimpinan dan Komunikasi bertajuk Maximize Your Leadership Potential bagi remaja dan warga GKI Maulana Yusuf. Acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Jubileum 50 Tahun gereja tersebut.

Kenapa diutamakan bagi remaja? Menurut Pnt. Nike Agustijani, wakil ketua panitia perayaan jubileum, remaja merupakan masa depan yang begitu penting bagi GKI Maulana Yusuf. Di sisi lain, jemaat masih perlu banyak belajar memberdayakan kaum remaja, sesuai dengan gaya remaja yang dinamis.

Kadang kawan-kawan muda ini masih sulit untuk memulai inisiatif dalam pelayanan. Makanya, kami berkonsultasi dengan Tim Dale Carnegie yang di Bandung, yang kebetulan sekali punya pelayanan for teens,” tutur Nike. “Materi kali ini pun tidak melulu dari kami, tapi juga mengumpulkan ide dari remaja. Persiapan dan pelaksanaannya juga melibatkan remaja.

Sementara itu bagi Nadia, yang turut memandu acara, sesi pelatihan kali ini sangat menarik. Bisa dikemas dalam waktu yang sangat singkat, namun mendalam. Ia juga bersyukur karena pelatihan seperti ini terbilang jarang dilakukan bagi remaja.

Seringnya di gereja kan pelatihan kepemimpinan itu buat yang dewasa. Atau mungkin parenting, soal bagaimana orang tua menghadapi remaja. Kali ini benar-benar beda. Anak-anak remajanya pun terlibat aktif,” komentar Nadia.

Pelatihan kepemimpinan bagi remaja ini sekaligus merupakan refleksi atas tema Jubileum 50 Tahun GKI Maulana Yusuf, Lintas Generasi Beragam Aksi. Ada tanggung jawab besar bagi gereja ini untuk terus mendorong masa depan gereja yang dinamis yang nantinya akan diemban generasi baru. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.