Wah nampaknya masih terasa sisa-sisa opor ayamnya nih, tempo lagu kita jadi agak lambat,” canda Pdt. Luther Tarlim Samara sebelum memulai khotbahnya. Berkhotbah tentang pentingnya peran ayah dalam keluarga, Pdt. Luther kemudian mengutip ayat Alkitab di Amsal 23:24.

Hari itu, Kamis (29/6) GKI Zaenal Zakse Sukabumi menggelar persekutuan wilayah gabungan. Tema yang disiapkan Pdt. Luther tadi memang berkenaan dengan tradisi klasik sekitar tujuh puluhan negara di dunia, yang merayakan Hari Ayah (Father’s Day) di Hari Minggu ketiga Bulan Juni.

Di Indonesia memang perayaan hari ayah itu kurang dikenal. Baru pada 2006, Presiden SBY mencanangkan Hari Ayah Nasional yang ditetapkan tanggal 12 November. Tapi tradisi merayakan Hari Ayah di Minggu ketiga bulan Juni itu sendiri sudah berlangsung lama di Eropa dan Amerika,” jelas Pdt. Luther. Ia lantas mengutip sejumlah cerita inspirasional, tentang figur ayah yang perlu ditumbuh-kembangkan dalam lingkup keluarga Kristiani.

Sekitar empat puluhan warga jemaat GKI Zaenal Zakse Sukabumi hadir dalam persekutuan wilayah gabungan tersebut. Mengingat masih dalam suasana liburan, jumlah itu memang terbilang kecil jika dibandingkan acara persekutuan gabungan sebelumnya, maupun dengan akumulasi jumlah peserta PA Wilayah yang diadakan jemaat ini. Di momen-momen itu jumlah yang hadir biasanya sekitar seratus orang.

Kita biasa ada PA tiap wilayah di Hari Kamis kedua dan keempat tiap bulan. Itu dikordinasi oleh pengurus wilayah. Ada enam wilayah… Nah, kalau dalam satu bulan ada hari Kamis di minggu kelima, kita baru adakan persekutuan wilayah gabungan. Itu dikordinasi oleh Komisi Dewasa. Tujuan utamanya memang sebagai acara kebersamaan,” Raymer Sumbayak, ketua Komisi Dewasa GKI Zaenal Zakse menjelaskan konsep persekutuan wilayah gabungan ini.

GKI Zaenal Zakse Sukabumi merupakan salah satu gereja yang berusaha tetap membangun kegiatan persekutuan jemaat dengan berbasis wilayah. Sudah sejak tahun lalu, gereja yang termasuk dalam lingkup Klasis Jakarta Selatan ini kembali menerapkan kegiatan PA yang berbasis wilayah tinggal warga jemaat. Hal yang ternyata cukup efektif meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan tersebut.

Memang nampaknya penting untuk membangun jemaat di tingkat wilayah,” ujar Raymer saat ramah-tamah selepas acara persekutuan. Ia menceritakan waktu kegiatan PA dilangsungkan di gereja, yang hadir hanya sekitar tiga puluhan orang. Namun saat dibagi-bagi ke enam wilayah, jumlah jemaat yang hadir, kalau diakumulasi, bisa mencapai seratus orang.

Selain soal kuantitas, ikatan persaudaraan antar warga jemaat juga lebih kuat, karena kegiatan PA diadakan di rumah masing-masing. Raymer berpendapat kekeluargaan yang dibangun ini menjadi modal besar untuk kehidupan bergereja. Tema-tema PA, yang sumber bahannya telah tersedia dan tema persekutuan wilayah gabungan pun, dirasakan Raymer lebih dekat dengan pergumulan sehari-hari warga jemaat.

Seperti tema persekutuan wilayah gabungan kali ini soal ayah. Ini menginspirasi sekaligus mengevaluasi diri saya soal peran yang saya emban sebagai ayah di keluarga,” komentar Raymer. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.