Kami meyakini, gereja yang bertumbuh itu juga adalah gereja yang dirasakan dampak baiknya oleh lingkungan sekitar,” Steven menjelaskan motivasi paling mendasar dari agenda yang ia dan rekan-rekannya lakukan di Komisi Remaja Immanuel (KRI). Komunitas remaja di wilayah Mangga Besar yang kini dinaungi oleh GKI Perniagaan itu memang sudah sekian lama bertumbuh dalam persekutuan, namun semakin hari mereka meyakini bahwa ada juga panggilan untuk berperan bagi lingkungan.

Wilayah kami di sekitar Mangga Besar. Begitu dengar nama Mangga Besar, orang kan suka kebayang para remaja yang berhadapan dengan kondisi rawan pelacuran, narkoba, tawuran dan banyak hal negatif lain. Itu tentunya jadi perhatian kami juga selaku remaja Kristiani. Maka kami berupaya membuat program juga bagi lingkungan,” lanjut Steven yang sudah sejak tiga tahun lalu jadi ketua komisi remaja ini.

Acara pertama yang mereka gelar dengan semangat seperti itu adalah Champion Cup. Kompetisi futsal antar SMP di sekitar Mangga Besar itu melibatkan 11 tim dari sejumlah sekolah (SMP Melania, SMP Sentosa, SMPN 64, SMPN 17, SMP Budi Mulia dan SMP Strada) dan komunitas remaja (Komisi Remaja Immanuel dan Komisi Remaja Perniagaan).

Mereka semua antusias untuk mengisi libur hari Minggu dengan kegiatan olah raga. Ada sekitar 150 orang yang hadir untuk bermain dan menyemangati rekannya, di pertandingan pembukaan yang digelar pada Minggu pagi (12/8) di lapangan SDN Taman Sari 07 & 08 itu. Semangat ini diharapkan dapat terus berlangsung hingga turnamen usai di beberapa minggu ke depan.

Belum maksimal memang kita jadi penyelenggaranya,” aku Steven, “Tapi ini langkah awal yang baik untuk terus mengadakan program yang punya dampak bagi lingkungan. Ke depannya kita kepikiran untuk bikin semacam bimbingan belajar, juga kegiatan musik atau sejenisnya.

KRI bermula dari kegiatan sekolah minggu di Sekolah Mangga Besar III sejak tahun 1969. Para siswa sekolah minggu yang kemudian beranjak dewasa itu lalu dibentuklah Persekutuan Remaja Immanuel pada tahun 1974. Komunitas ini memang melayani remaja dalam jumlah yang relatif stabil, sekitar 25 orang, berhubung yang dilayani umumnya adalah usia pelajar.

Di usia yang sudah cukup lama perlu terus berkembang, bukan sekedar soal jumlahnya, tapi bagaimana dengan jumlah yang ada kita berkarya bagi lingkungan,” tutup Steven menyimpulkan. **arms

Foto: Media GKI Perniagaan

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.