Angka sepuluh punya arti sendiri sebagai lambang Pythagorean, karena merupakan bilangan segitiga yang dijadikan lambang persekutuan mistis ini, dikenal dengan nama tetraktis. Lambang yang juga digunakan dalam tradisi mistis Yahudi untuk menunjukkan 10 atribut (sefirah) dalam Kabballah, serta dalam teknik pembacaan kartu tarot.

Segi mistis angka sepuluh juga ada di kepercayaan Hindu. Diyakini Dewa Wisnu sepuluh kali menjelma di bumi. Dalam sejumlah teks pasca Veda, Dewa Brahma dalam penciptaan menciptakan 10 prajapati sebagai awal ciptaan. Pengertian akan adanya sepuluh jiwa (sanhunqipo) adalah hal yang fundamental dalam ajaran Tao dan agama tradisional Tiongkok lainnya.

Jamak dipahami di berbagai kebudayaan, angka sepuluh punya arti berkenaan dengan sesuatu yang mistis dan sering dianggap sebagai lambang keteraturan urutan yang bersumber dari pengaturan Sang Ilahi. Tidak heran di banyak kebudayaan penghitungan berbasis sepuluh (desimal) adalah hal yang cukup menonjol.

Alkitab sendiri menunjukkan beberapa contoh angka sepuluh sebagai tanda yang demikian. Dekalog, atau sepuluh perintah Allah adalah contoh paling dikenal. Selain itu, dalam sejumlah perumpamaan, Yesus kerap menggunakan angka sepuluh sebagai awal, misalnya dalam perumpamaan sepuluh gadis bijaksana, sepuluh talenta, sepuluh uang mina, juga dicatat Ia menyembuhkan sepuluh orang kusta.

Pengaturan Tuhan juga terlihat saat dalam narasi penciptaan kitab Kejadian. Kita membaca sepuluh kali kata berfirmanlah Allah (Ibrani: wayomer Elohim) dalam narasi tersebut. Juga ajaran tentang persepuluhan dan secara khusus perpuluhan bagi kaum miskin (ma’aser ani) yang melambangkan pengaturan Tuhan atas kehidupan sosio-religius umat-Nya.

Namun, ini hanyalah sebagian arti dari sekitar 242 kali kemunculan angka sepuluh di Alkitab. Seperti angka tujuh [Baca: Serba-serbi Angka di Alkitab: Tujuh Angka Sempurna?] angka sepuluh juga tidak selalu ditampilkan dalam arti pengaturan yang ramah dan tampak indah. Tuhan dikisahkan mengirimkan sepuluh tulah sebagai hukuman untuk bangsa Mesir. Sepuluh suku Israel, selain Yehuda dan Benyamin, juga terpisah dan menjadi suku-suku yang hilang. Ada sepuluh keturunan dari Adam hingga Nuh, sebelum banjir besar. Makhluk jahat di kitab Wahyu diperlihatkan memiliki sepuluh tanduk, dan beberapa contoh lain yang memberi kesan ‘buruk’.

Disinilah paradoks pengaturan Tuhan bisa dihayati lebih mendalam. Bahwa apa yang tampak ramah dan tampak indah, juga berbadu dengan apa yang tampak menakutkan dan menyedihkan. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.