Bagi orang beriman, Abram bukan sosok yang asing. Kita cukup mengenalnya karena dengan iman ia menanti hingga menerima jawabannya di hari tua. Ia mendapatkan seorang anak pada usia 100 tahun, saat sarai istrinya yang dikenal ‘mandul’ itu sudah mati haid.

Tapi tahu kah kita bahwa Abram itu dipanggil keluar pun pada usia lanjut?

Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Hasan. (Kejadian 12:4)

Hasan? Bukankah Abram berangkat dari Ur-Kasdim?

Pada pasal sebelumnya, yaitu Kejadian 11: 31-32 dijelaskan bahwa Terah, ayah dari Abram yang berangkat dari Ur-Kasdim menuju ke tanah Kanaan. Namun sayang ketika di tiba di Hasan ia mendapatkan perhentian, pada usia dua ratus lima tahun. Ini menyebabkan Abram dan keponakannya Lot seperti anak ayam kehilangan Induk.

Melihat karakter Abram, ada kemungkinan ia ragu untuk melanjutkan perjalanan dan mungkin memilih menetap di Hasan atau bahkan pulang ke tanah kelahirannya di Ur-Kasdim. Oleh karena itulah Tuhan hadir, menyapa dan memanggil Abram serta memberikan janji kepadanya. Abram yang selama ini hanya memposisikan diri sebagai anak Terah, diminta untuk bangkit dan menjadi kepala tidak hanya bagi istri dan pengikutnya, tetapi juga bagi keluarga lot.

Usia lanjut terkadang membuat kita tidak yakin bahwa Tuhan mampu untuk memanggil kita dan melakukan karya besar. Sedangkan Abram yang sudah dipanggil pun harus menunggu 25 tahun hingga janjinya digenapi. Masihkah kita takut untuk berpengharapan?

Usia 75 tahun memang bukan usia yang produktif bagi manusia. Mazmur mencatat usia manusia umumnya adalah 70 Tahun, lebih dari itu adalah ‘bonus’. Namun disaat itulah Tuhan memanggil Abram. Sebagai orang tua, terkadang kita merasa sudah tidak dapat berbuat apa-apa, dan sering kali anak-anak kitalah yang kita tuntut untuk memenuhi harapan dan cita-cita kita. Kita lupa bahwa Tuhan sanggup membuka tingkap-tingkap berkatnya bagi siapa saja dan kapan saja, sesuai waktu dan kehendak­Nya.

Di jaman milenial seperti ini, kita tentu tidak asing dengan kisah Harland Sanders yang mulai membangun KFC justru pada masa pensiunnya. Nama-nama seperti Rac Kroc, John Pemberton, Jack Ma, atau Bob Sadino sering membuat kita terkagum-kagum karena kesuksesan di usia lanjut. Namun sepenggal kisah Abram hari ini, menyampaikan bahwa Alkitab pun memiliki kisah tidak hanya inspiratif, tetapi juga membangkitkan harapan dalam iman. **sn

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.