Apa arti usia 50 tahun bagi suatu jemaat? Bagi GKI Cawang itu adalah cerita panjang yang takkan selesai dalam satu sudut pandang. Bermula dari sejumlah orang yang bersekutu di satu rumah di wilayah Jl. Cawang hingga kini tercatat beranggotakan sekitar 3.000 orang. Juga semakin beragamnya warga jemaat, dari berbagai latar belakang etnis, usia dan banyak hal berbeda lainnya. Di sisi lain semangat untuk terus berkonsolidasi menghadirkan jemaat yang solid dan berkarya bagi masyarakat perlu terus ditumbuhkembangkan.

Refleksi atas hal ini tertuang dalam rangkaian kegiatan menyambut ulang tahun ke-50 GKI Cawang. Kartono Loman, ketua Panitia HUT GKI Cawang ke-50 menjelaskan selain acara puncak di tanggal 19 November nanti, GKI Cawang juga mengadakan Gerakan 1000, suatu aksi solidaritas tiap minggu dari tiap jemaat untuk pembangunan gedung. Selain itu juga ada penyusunan buku sejarah GKI Cawang, Kebaktian Penyegaran Iman pada Sabtu (16/9) dan Sarasehan warga jemaat Sabtu (18/11). Mengambil tema Bangkit dan Bersinarlah, acara ini merupakan kombinasi dari sejumlah kebutuhan.


Jadi ini mencoba untuk lengkap, baik dari segi penghayatan historis lewat buku, konsolidasi organisasi lewat Gerakan 100 dan sarasehan, serta dari sisi spiritual lewat kebaktian penyegaran iman dan kebaktian syukur,” jelas Kartono.

Melihat dari berbagai persepsi atas keberadaan gereja ini menjadi amat penting seiring dengan semakin dewasanya usia organisasi. Orang terus berganti, bangunan gereja sedikit banyak perlu direnovasi, tantangan dari dalam dan luar muncul berbeda-beda dan zaman pun berubah. Namun, ada ciri yang perlu dikenali dan dipertahankan, serta perlu banyak cara untuk terus bertumbuh.

Jemaat yang dulu terlibat di awal terbentuknya GKI Cawang, memang sudah tinggal sedikit. Banyak yang muda-muda dari latar budaya yang beragam. Bagi kami ini adalah perkembangan untuk terus menuju kedewasaan, apalagi usianya sekarang sudah sampai 50 tahun. Perlu ada penerusan visi dan semangat ke generasi mendatang,” papar Kartono yang sejak 1968 ikut beribadah bersama jemaat GKI Cawang.

GKI Cawang bermula dari satu pos kebaktian di Jl. Cawang Baru yang dibuka sejak tahun 1964. Pada September 1966 pos ini mulai membangun gedung gereja yang baru, yang akhirnya diresmikan pada Desember 1967. Pada 19 November 1967 GKI Cawang resmi menjadi jemaat yang mandiri.**arms

Foto: Dokumentasi GKI Cawang

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.