Malam itu Aula SMAK 3 BPK Penabur Bandung penuh sesak. Ada sekitar 300 orang yang hadir memenuhi ruangan tersebut. Semua tengah merasakan sukacita yang sama, atas hadirnya buah jemaat yang baru di wilayah yang terletak diantara Kota Bandung dan Kota Cimahi ini.

GKI Anugerah Bakal Jemaat Cibeureum, Senin (23/10) lalu dilembagakan jemaat dewasa, dengan nama GKI Cibeureum. Ibadah pelembagaan yang mengambil tema: “Menjadi Gereja yang bertumbuh, berbuah, dan berkenan kepada Allah (Kolose 1:10 – 11; Yohanes 15:7 -8)” dilayankan oleh Pdt. Arliyanus Larosa, sekretaris umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI. Turut hadir pula Badan Pekerja Majelis Klasis  (BPMK) GKI Klasis Priangan, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Jawa Barat, Perwakilan Bimas Kristen, undangan dari gereja lain, serta para pendeta GKI di sekitar Bandung.

Sukacita tentu terutama dirasakan oleh 138 orang dari anggota jemaat GKI Cibeureum sendiri. Mereka tampak bersemangat mengikuti rangkaian acara kebaktian, meski sebelum acara, wilayah sekitar diguyur hujan yang lumayan lebat.

Dalam khotbahnya Pdt. Arliyanus menegaskan bahwa untuk menjadi gereja yang bertumbuh, berbuah dan berkenan kepada Allah pada prinsipnya jemaat harus sungguh-sungguh kembali kepada firman Tuhan, dan membawa firman Tuhan menjadi yang kekuatan utama dalam pertumbuhan gereja.

Selain pelembagaan jemaat pada ibadah ini juga diteguhkan para penatua sulung GKI Cibeureum. Merekalah yang nantinya menjadi pelayan-pelayan sulung dari jemaat GKI Cibeureum.

Ada sembilan orang yang diteguhkan sebagai penatua dan diaken, yaitu Philips Michael Tarigan, Sutopo Kuncoro, Yacob Setiawan, Agus Hendrik Kristanto, Fenny Kurnia, Hoo Ka Lin, Ryan Limarwan, Esiwi Andari dan Sumarni. Peneguhan berlangsung dengan hikmat disertai dengan pemberian perangkat-perangkat kebaktian sebagai simbol peresmian menjadi penatua dan diaken selama satu periode ke depan.

Pnt. Sutopo Kuncoro, salah satu penatua yang ditahbiskan mengaku amat bersyukur atas terselenggaranya kebaktian ini. Bukan sekedar karena acara pelembagaan dan peneguhannya, namun karena ia bersama rekan-rekannya mengalami sendiri karya Tuhan yang menuntun pelayanan mereka dari awal.

“Puji Tuhan, kami amat mensyukuri bagaimana perjalanan mulai dari Pos ke Bajem sampai kemudian diresmikan. Bahwa kita bisa sehati mengikuti kehendak Tuhan sampai saat ini, dan kita juga boleh merasakan tentunya ada satu panggilan Tuhan yang lebih jauh dan lebih dalam lagi untuk dilaksanakan di Gereja GKI Cibereum Bandung ini,” tutur Pnt. Sutopo seusai kebaktian.

Sebagai gereja yang baru di tengah kemajemukan wilayah Cibeureum, tentu jemaat ini perlu terus belajar mengenali, memperdalam sekaligus menghayati peran dan panggilannya, untuk terus hidup dan bertumbuh. Selamat datang dan selamat melayani rekan-rekan GKI Cibeureum!  **id

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.