Apa yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis? Tentu, dengan cepat kita langsung bisa melihat dan mengatakan bahwa Yohanes Pembatis datang memberikan kesaksian tentang terang itu. Yang kemudian bisa kita pahami, kita tarik kesimpulannya adalah Yohanes memberitakan kesaksian tentang Yesus Kristus. Ia menyampaikan berita adven, seruan menyambut Mesias, Sang Terang.

Terang yang seperti apakah yang diberitakan oleh Yohanes? Apakah terang itu yang menyilaukan sehingga membutakan setiap orang? Ataukah terang yang membuat orang lain bisa melihat dan berjalan ditengah-tengah kegelapan? Secara lebih detail Yesaya memperlihatkan bagaimana dan seperti apa terang yang menurut Injil sudah ada ditengah-tengah kita.

Demikian Yohanes memberikan kesaksiannya, Terang itu adalah terang yang memberikan kabar baik kepada mereka yang sengsara, terang itu yang merawat hati yang remuk, terang itu yang melepaskan mereka terpenjara dan terang itu juga yang menghadirkan rahmat Tuhan. Disalah satu sisinya adalah pembalasan Allah.

Sehingga bisa dikatakan banyak entah mereka yang baik atau pun mereka yang buruk, mereka akan mendapatkan upanhnya masing-masing atas perbuatannya. Kemudaian Yesaya melanjutkan memberikan kesaksian tentang terang yang menghibur mereka yang berduka dan bertawa. Yesaya memberikan gambaran kehidupan eskatologis ketika Tuhan datang dalam kemuliannya (Yesaya 35:1-2).

Jadi, inti dari kesaksian Yohanes adalah berita yang indah, berita yang memberikan sukacita, berita yang didalamnya mempersaksikan tentang Allah yang peduli,  Allah yang hadir dan menolong umatnya.

Lalu bagaimana berita itu direspon dan ditanggapi oleh umatnya? kita bisa melihat bagaimana mazmur merespon dengan mazmurnya, ketika Tuhan memulihkan maka bersukacitalah dan mengucap syukur.

Umat yang telah diselamatkan itu kemudian menyatakan syukurnya, yaitu “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik!, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mazmur 118:1). Sebelumnya, mental batu karang Yohanes Pembaptis pernah mengendur, ia mulai bertanya-tanya, “Benarkah Yesus adalah Mesias, yang akan dating membaptis masusia dengan Roh Kudus dan api?, Engkaulauh yang akan datang itu  ataukah haruskah kami menantikan orang lain?”

Selaku orang percaya, kita juga dapat mengalami keadaan yang sama seperti Yohanes Pembaptis. Dalam situasi tertentu, kita bisa tampil sebagai orang yang begitu tegar, kukuh dan tidak tergoyahkan serta setia kepada Tuhan Yesus.

Namun saat kia terus didera berbagai penyakit, penderitaaan, dan kegagalan dalam usaha, mulailah kita ragu-ragu kepada Tuhan. Kita mulai bertanya-tanya, benarkah Tuhan Yesus sungguh Mesias dan Juru Selamat kita? Iman kita mulai goyah, hati kita mulai bimbang, apa lagi keadaan buruk dan penderitaan tersebut tidak menunjukan tanda-tanda adanya jalan keluar. Rasa bimbang tersebut akhirnya berkembang menjadi sikap putus asa, kemudian  terus berkembang menjadi sikap ketidakpercayaan. Demikian pula keadan yang dialamin Yohanes Pembaptis di penjara.

Namun, bagaimanakah sikap dan jawaban Tuhan Yesus? Ternyata Tuhan Yesus sama seklai tidak marah dan kecewa terhadapnya. Kepada murid-muridnya Yohanes Pembaptis yang membawa tugas menyampaikan pertanyaan yang berisi keraguan tersebut, Tuhan Yesus menjawab, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan  kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baiik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Matius 11:4). **id

Ilustrasi: Sermon (Frans I Pourbus)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.