Tak ada tindakan yang lebih menyerupai Kristus, selain ketika kita memberi. Memberi menjadi tanda bahwa kita diberi kemampuan untuk menjadi berkat. Dalam kehidupan kita, ada ‘berkat’ Tuhan bagi orang lain yang dititipkanNya melalui kita. Tugas kita: meneruskannya.

Kalimat ajakan itu diserukan oleh Pdt. Stevanus Triyuwono saat mendorong anggota jemaat GKI Veteran Tasikmalaya untuk terlibat dalam sejumlah program aksi sosial yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan natal di gereja ini.

Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk perwujudan niatan baik tersebut. Salah satu kegiatannya adalah berbagi bingkisan kepada penerima dan donatur beras perelek dan dana diakonia yang sepanjang tahun telah menjadi program jemaat ini. Kunjungan membagikan bingkisan ini diadakan pada Selasa (5/12).

Tiap bulan GKI Veteran membagikan beras perelek kepada sekitar 100 orang warga non jemaat, juga bantuan diakonia jemaat untuk 17 orang dan dana diakonia kepada tiga orang. Dana untuk tiap aksi diakonia ini berasal dari jemaat serta sejumlah donatur. Pembagian bingkisan Natal lewat kunjungan langsung ini adalah bentuk merekatkan diri dalam tali kekerabatan. Jemaat ini menyadari setiap aksi kemanusiaan adalah wujud dari hati yang mengasihi, sehingga tidak melupakan sentuhan personal.

Kegiatan lain yang merupakan bagian dari rangkaian aksi kasih ini adalah pemberian bingkisan kasih pada pada pasien penderita Thalasemia. Program ini dilaksanakan pada Kamis (7/12) di Rumah Sakit Prasetya Bunda Tasikmalaya. Ada sekitar 230 pasien yang menerima bingkisan kasih ini.

Selain itu, GKI Veteran juga mengadakan program pengobatan gratis dan donor darah pada Minggu (10/12) dan bakti sosial untuk para pasien Kelas III RSUD dr. Soekarjo pada Senin (11/12). Semua kegiatan yang dilakukan di mingu-minggu adven untuk mempersiapkan Natal ini memang dimaksudkan pula untuk melatih jemaat mensyukuri rahmat Tuhan.

Aksi kasih yang nyata, sekalipun tidak seberapa dibanding dengan kasih Tuhan yang telah kita terima, namun kiranya jadi sebuah langkah bersama, untuk belajar menghadirkan iman dalam tindakan,” ungkap Pdt. Stevanus. Baginya tindakan ini juga merupakan perwujudan kepedulian dan kasih yang melampaui segala batasan.

Kita merindukan bahwa penderita Thalasemia menyadari bahwa kita semua peduli. Kita merindukan pasien di kelas III RSUD Dr. Soekarjo merasakan kehangatan persaudaraan yang kiranya dapat mewujud melalui aksi kasih ini. Menyadari bahwa tak peduli apa agamanya, latar belakangnya, usianya, kita semua sudah dipersatukan di dalam Kristus,” tutupnya. **arms

Foto: Tim Multimedia GKI Veteran

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.