Sabtu malam (16/12) Komisi Remaja dan Pemuda (Korempa) GKI Rengasdengklok merayakan natal bersama. Sekitar pukul 18.00 ruangan gereja sudah dipenuhi kurang lebih 290 orang remaja-pemuda baik yang anggota jemaat maupun simpatisan.

Tidak seperti perayaan natal pada umumnya, remaja dan pemuda GKI Rengasdengklok mengemas acara dengan cukup menarik baik secara konsep kebaktian dan juga konsep perayaan dan tidak terpaku pada bentuk liturgi yang baku.

Selain paduan suara, tari-tarian dan persembahan pujian ada juga drama yang menceritakan lahirnya Sang Juruselamat. Drama ini dikemas dengan sangat apik, dengan perpaduan konsep masa lalu dan masa kini. Disadur dengan unsur cerita komedi jenaka, membuat yang hadir tak mampu menahan tawa.

Seperti pengawal Raja Herodes yang terdiri dari superhero masa kini seperti Hulk, Wonder Woman dan Sailormoon. Lalu bagaimana  kepanikan Yusuf saat mencari tempat bagi Maria untuk melahirkan melalu aplikasi transportasi online, dan tidak mendapatkan satu pun, hingga akhirnya Yusuf pun menemukan seorang tukang gerobak sampah. Sehingga Maria dapat melahirkan di gerobak sampah tersebut.

“Drama tahun  ini kita kombinasikan cerita jaman dulu dan jaman now, cerita jaman dulunya itu ada dicerita dramanya yaitu tentang kelahiran Yesus Kristus, Raja Herodes dan tiga Orang Majus. Dan cerita jaman now nya adalah prajurit Raja itu superhero semua, dan ketika Tuhan Yesus lahir itu Yusuf gak dapet Rumah Sakit. Semua Rumah Sakit full jadinya dia melahirkan di gerobak sampah, dan tiga Orang Majus itu bukan membawa mas, kemenyan dan mur melainkan iPad, Macbook dan Mobil,” papar Kartika Octavia selaku ketua panitia Natal Korempa GKI Rengasdengklok.

Dengan tema “Surprise”, Pdt Sosam E. Zebua memimpin ibadah natal tersebut menyitir Matius 2:1-12 sebagai pokok ayatnya dan mengkolerasikannya cerita Orang Majus dari Timur. Pdt Sosam merangkai bagaimana kaitan kelahiran Yesus Kristus dengan kejutan-kejutan yan sering terjadi dalam hidup kita sehari-hari, entah itu yg baik ataupun yg buruk.

Yudhitira salah satu peserta yang hadir, mengungkapan bahwa acara tersebut sangat bagus. Mulai dari dekorasinya yang dibuat dengan sangat serius, dan para pengisi acara yang terampil serta pertunjukan drama yang sangat jenaka.

Keramahan yang menurut saya cukup baik diperlihatkan oleh para panitia yg bertugas. Penampilan pengisi acara pun tidak terlalu banyak sehingga jemaat tidak bosan dengan apa yang disuguhkan. Susunan acara yang tersusun rapih dan kreatif, disajikan membuat keadaan lebih hidup. Karena walalupun ditampilkan dengan pakaian khas jaman dahulu, tapi diperankan sesuai dengan konteks jaman sekarang,” tambah Alveus Cristian yang juga hadir pada perayaan natal tersebut. **id

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.