Sekitar 80 orang peserta dari berbagai komunitas lintas agama yang ada di Jawa bagian Barat kembali dipertemukan dalam kegiatan Youth Interfaith Camp (YIC). Setelah sebelum-sebelumnya selalu dipusatkan di wilayah sekitar Bandung, penyelenggaraan ketujuh dari pertemuan ini, kini dikerjakan di wilayah Bogor. Selama Jumat hingga Minggu (2-4/2) kaum muda lintas iman ini bertemu dan berinteraksi di Pondok Wisata Remaja Anugerah, Cipayung Datar, Kabupaten Bogor, sembari memperkaya identitas keindonesiaannya.

Di Jumat malam (2/2) peserta mengikuti sesi Cafe Religi, dimana peserta bebas bertanya pada narasumber dari berbagai agama seputar keyakinan di agama tersebut. Sesi ini diikuti dengan sangat antusias oleh peserta, sejumlah pertanyaan dilontarkan dengan gaya yang amat santai dan terbuka. Narasumber pun menjelaskannya dengan gamblang dan cukup membuat peserta terdorong untuk mempelajari lebih jauh keyakinan yang berbeda dengan mereka.

Sesi kunjungan ke rumah ibadah menjadi menu kegiatan di Sabtu (3/2), dimana peserta berkunjung ke sejumlah tempat ibadah di Bogor, yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum, Vihara Dhanagun, Katedral Santa Perawan Maria Bogor, Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bogor dan Litang Gerbang Kebajikan.

Selain kedua sesi pengenalan keberagaman itu, para peserta juga mendapatkan materi pengayaan tentang pemetaan konsep dan gerakan toleransi di Indonesia oleh Trisno Sutanto. Demikian pula penajaman pemaknaan HAM dan toleransi bagi kaum muda menjelang tahun politik oleh Cania Citta. Kedua bahasan itu mempertajam judul Menjadi Penjaga Indonesia, yang dipilih sebagai tema YIC tahun ini.

Pdt. Obertina Johanis dari GKP, yang mengetuai kepanitiaan lintas iman YIC ini menyatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan kali ini memang sengaja ditempatkan di Bogor, agar jaringan pemuda lintas iman yang baru bisa dibentuk di beberapa daerah terdekat seperti di Kota Bogor, Bekasi, dan Cianjur. Menyusul rekan-rekan di Bandung, Cimahi, Sukabumi, dan Cirebon yang sebelumnya telah membentuk jaringan seperti itu.

Kerinduan itu disambut baik oleh para peserta. Deon, salah seorang peserta dari GKI Pos Taman Yasmin misalnya, mengaku amat senang bisa bertemu dan berbagi teman sedaerahnya yang juga menaruh perhatian pada isu lintas iman.

Senang tadi berkenalan dengan peserta yang muslim dari PMII, JAI, IJABI serta rekan Kristiani di GKP Bogor. Terus tadi bisa berkunjung ke katedral, vihara dan tempat ibadah lain,” ujar Deon. Ia juga merasa gembira karena bisa turut berbagi perjuangan yang mereka kerjakan di GKI Yasmin. Deon berharap dalam rencana tindak lanjut yang ia dan rekan-rekan barunya rancang ini, bisa memberi warna segar dalam kegiatan lintas iman di Bogor.

Sementara itu, Karina, peserta dari Kampus Universitas Bhayangkara juga senang bisa bertemu dengan rekan lintas iman sekotanya di Bekasi. Dalam rencana tindak lanjut, Karina bersyukur bisa membuka peluang kerjasama antara organisasi kemahawasiswaan kampusnya dengan pemuda GKP Klasis Bekasi dan GKI Klasis Jakarta Timur yang dalam YIC kali ini juga menghadirkan para pengurusnya. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.