Saya Kevin, saya dari GKI Gunung Sahari, saya datang bersama dua rekan lain…” Kevin awalnya agak malu-malu memperkenalkan diri. Namun sambutan yang humoris dan terbuka dari rekan-rekannya yang lain membuatnya lebih santai dan cair. Apalagi sebelumnya mereka sudah satu gerbong kereta dan menghabiskan istirahat singkat di ruang yang sama.

Kevin dan kawan-kawan pemuda GKI itu adalah bagian dari 35 orang peserta Peace Train Indonesia (PTI) 4 Jakarta-Bandung yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu (23-25/3). PTI 4 diselenggarakan Forum Bhinneka Nusantara, Sekolah Damai Indonesia (Sekodi), Demokrasi.id, dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) bekerja sama dengan lembaga agama dan komunitas lintas iman di Bandung.

Kegiatan ini merupakan program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Kali ini tujuannya adalah Bandung dan Cimahi, Jawa Barat. Selama di kedua kota ini peserta akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antar agama.

Ada beberapa tempat yang mereka kunjungi, yaitu Gereja Kristen Pasundan (GKP) Bandung, Pura Wiranatha Loka Cimahi, Kampung Sunda Wiwitan Cirendeuy, Kelenteng Besar Bandung, Kong Miao MAKIN Bandung, Masjid An-Nashir dan Paroki St. Mikael Bandung.

Para peserta juga berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

PTI Jakarta-Bandung kali ini adalah helatan yang keempat kalinya. Sebelumnya, PTI 1 Jakarta-Semarang digelar pada September 2017, PTI 2 Jakarta-Surabaya pada November 2017, dan PTI 3 Jakarta-Yogyakarta pada Januari 2018.

Salah seorang penggagas, Ahmad Nurcholish, yang juga Koordinator Studi Agama dan Perdamaian di ICRP menegaskan uniknya PTI dalam membangun semangat toleransi.

Kegiatan ini kami dedekasikan bagi para pemuda dari berbagai agama untuk, pertama,  saling kenal, berinteraksi dan berbagi pengalaman sembari belajar bagaimana berperan serta dalam membangun perdamaian di Tanah Air. Kedua, mempertemukan jaringan komunitas lintasagama dan penggiat kebinekaan dan perdamaian di Jawa Barat agar lebih kuat dan strategis dalam menumbuhkan nilai dan sikap toleransi serta membangun perdamaian,” ujar Nurcholish.

Apa yang diungkapkan oleh Nurcholish itu diakui oleh Kevin. Ia mengaku banyak sekali mendapat kenalan baru. Apalagi peserta PTI 4 ini juga berasal dari berbagai tradisi agama, serta luas dari sejumlah daerah. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.