Kota Cirebon bertumbuh semakin pesat. Semenjak dibangunnya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menghubungkan kota ini dengan jalan tol menuju Jakarta, Cirebon semakin mudah diakses dari ibukota. Tak hanya itu, sebentar lagi juga akan dibangun tol yang menghubungkan bagian kota ini dengan Sumedang dan Tol Cileunyi dan Kota Bandung. Bandara dan pelabuhan baru pun akan di bangun di kota sekitarnya sehingga membuat kota di pantai utara Jawa Barat ini akan semakin padat.

Pertumbuhan itu tentu sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dan sejumlah perangkat lain, termasuk kebutuhan akan rumah duka. Rumah duka memang merupakan kebutuhan yang kian dirasakan terutama bagi masyarakat perkotaan. Di Kota Cirebon jumlahnya memang masih terbilang minim. Praktis hanya ada satu rumah duka, di wilayah Jalan Talang, yang hingga saat ini masih digunakan di Cirebon. Daya tampungnya hanya untuk tiga ruang jenazah, kurang memadai memenuhi kebutuhan populasi Kota Cirebon yang kini sudah hampir mencapai enam ratus ribu jiwa.

Maka sejak beberapa tahun lalu, banyak anggota jemaat GKI Pengampon Cirebon yang mengusulkan agar gereja membantu pemenuhan kebutuhan ini dengan membangun satu rumah duka. Usulan itu baru mulai terealisasi tahun lalu. Pada 6 Marer 2017, dimulailah peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah duka tersebut.

Keberadaan rumah duka itu ternyata beroleh dukungan yang besar dari masyarakat. Proses perizinannya pun terbilang mudah dan beroleh dukungan besar dari pemerintah kota.

Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk pembangunan rumah duka ini…,” demikian diungkap Walikota Cirebon, Drs. Nasrudin Azis, S.H yang hadir menyampaikan sambutannya di peletakan batu pertama tahun lalu. Walikota pun berpesan agar rumah duka ini tidak hanya diprioritaskan bagi umat Kristen saja melainkan dari berbagai agama yang ada di kota Cirebon.

Setahun berlalu, rumah duka itu kini sudah selesai dengan mengusung nama Rumah Duka Golden Gate. Ruma duka ini terdiri dua lantai dengan kapasitas lima ruang jenazah dan parkiran yang lumayan luas. Peresmiannya diadakan pada Sabtu lalu (17/3). Acara peresmian dihadiri oleh walikota Cirebon, komandan Distrik Militer 0614 Cirebon, Camat Kesambi, Lurah Karyamulya, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Cirebon. Semuanya menyambut baik karya yang tengah digagas oleh jemaat GKI Pengampon ini.

Ketua panitia pembangunan, Pnt. Gunawan Tjahjadi, mengucapkan syukur yang mendalam atas dukungan semua pihak hingga rumah duka ini dapat dibangun. Menurutnya, keberhasilan pembangunan rumah duka ini adalah karya semua pihak demi kemajuan pembangunan di kota Cirebon. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.