Tahukah saudara kapan Sekolah Minggu ada untuk pertama kali? Sekolah minggu dimulai di Inggris tahun 1780 melalui sebuah gerakan kepedulian hati Robert Raikes, seorang wartawan surat kabar di Inggris, saat ia sedang meliput berita tentang kesulitan ekonomi yang melanda negara Inggris.

Raikes sering berjumpa dengan anak-anak yang menjadi buruh kasar dan tenaga kerja di pabrik. Anak-anak itu bekerja pada hari Senin hingga Sabtu, namun pada hari Minggu mereka pergi berlibur dan menghabiskan uang mereka untuk berjudi dan bersenang-senang. Hati sang filantropis yang merupakan anggota awam Gereja Anglikan ini tergerak melihat keadaan anak-anak yang tidak terurus dengan baik. Karenanya ia mulai merintis sekolah minggu yang dimulai dari sebuah dapur kecil milik seorang bernama Meredith di kota Scotty Alley, Inggris.

Awalnya, pelajaran yang diberikan bersifat umum, seperti pelajaran tentang sopan santun, kebersihan, membaca dan menulis. Tetapi pada perkembangan selanjutnya Raikes mulai mengajarkan kisah-kisah dalam Alkitab. Dalam waktu empat tahun kelas Sekolah Minggu berkembang bahkan hingga ke kota-kota di Inggris, bahkan jumlah anak-anak yang ikut sekolah minggu berjumlah 250.000 anak di seluruh Inggris.

Di Indonesia, pelayanan Sekolah Minggu juga dimulai oleh para misionaris dan zending saat mereka melakukan Pekabaran Injil. Demikian pula dalam jemaat masa kini. Di GKI Kemang Pratama, tempat saya melayani misalnya, selalu memandang penting Pelayanan Sekolah Minggu. Sejak awal sejarah berdirinya GKI Kemang Pratama, sekolah minggu sudah terselenggara di dalam kelas-kelas sekolah minggu yang ada diadakan di rumah-rumah anggota jemaat. Sampai saat ini pelayanan Sekolah Minggu masih terus dikembangkan.

Mengikuti jalan kemuliaan Yesus tentu tidak hanya lewat melakukan hal-hal spektakuler atau mesti mati sebagai martir. Tetapi juga bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa. Kepedulian kita sebagai pengikut Kristus dapat kita wujudkan dengan memberikan perhatian kepada anak-anak sekolah minggu, baik bila kita menjadi Guru Sekolah Minggu atau pendamping pengajar, maupun bila kita sebagai orangtua mengarahkan, mendorong dan mengantar anakanak kita belajar di kelas-kelas sekolah minggu. Dengan demikian kita bisa berperan menjadikan anak-anak dan diri kita menghasilkan banyak buah, sehingga membawa dampak dan saluran berkat buat banyak orang.

Penulis: Pnt. Ricardo T. Sitorus (GKI Kemang Pratama)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.