Goyang dulu… jangan langsung tarik…

Pemimpin lomba berkali-kali menyerukan instruksi itu pada peserta tarik tambang. Semua peserta diminta untuk tidak terburu-buru menarik tali, namun menikmati dulu musik khas Indonesia Timur sembari memperlihatkan kebolehan mereka berjoget. Semua diminta untuk menikmati pertandingan seru ini dengan suasana menyenangkan, bukan sekedar berkompetisi.

Tarik tambang, kipas bola, membawa bola dengan sendok, makan kerupuk, lomba tumpeng serta senam Tobelo menjadi pesta yang dinikmati segala lapisan usia saat  jemaat dua gereja, GKI dan GKP Kebonjati larut sibuk dalam kegembiraan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua warga jemaat gereja ini merayakan 17 Agustus di halaman GKP Kebonjati, Jl. Kebonjati No. 108 Bandung.

Kebaktian syukur di gedung GKP Kebonjati

Dimulai dengan kebaktian syukur yang dipimpin oleh Pdt. Daud Solichin (GKI Kebonjati), peserta kemudian mengikuti upacara bendera yang dipimpin oleh Pdt. Dina Esterina (GKP Kebonjati). Upacara itu berlangsung khidmat. Tampilan angkung yang membawakan lagu-lagu nasional juga menjadi warna tersendiri yang disambut antusias oleh tiap peserta upacara.

Tidak hanya bagi kedua jemaat, upaca bendera dan beragam pesta rakyat dari pagi hingga jelang sore itu juga diikuti oleh warga sekitar. Ini merupakan kali kedua kedua jemaat yang punya kedekatan historis ini merayakan Kemerdekaan RI bersama masyarakat sekitar. Tahun lalu ide itu disambut baik dan diselenggarakan dengan meriah meski persiapannya terbilang singkat. Itu pula yang membuat semangat untuk mempersiapkannya tahun ini bisa dikerjakan lebih matang hingga penyelenggaraannya pun lebih rapi.

Upacara Bendera

Sebagai fakta historis, wilayah Jalan Kebonjati adalah salah satu titik awal pelayanan umat Kristiani bagi masyarakat Kota Bandung, bahkan sebelum kemerdekaan RI. Gedung gereja yang kini ditempati GKP Kebonjati telah dibangun sejak 1898 sebagai buah misi pelayanan untuk umat Kristiani Bandung. Bersamaan dengan hadirnya gereja, terbangun pula sarana pendidikan dan kesehatan.

Gedung GKI Kebonjati saat ini adalah bangunan yang dulunya merupakan rumah sakit Zending Hospital (sekarang bernama R.S. Immanuel) yang bersebelahan dengan SMA BBPK Bandung. Semenjak rumah sakit dipindahkan ke wilayah Situsaeur, gedung ini dipakai oleh jemaat Tionghoa, yang dimandirikan dalam tubuh lembaga misi Belanda NZV pada tahun 1924.

Momen-momen kebersamaan seperti acara tujuhbelasan diharapkan tetap jadi pengingat. Agar kedua gereja dengan setia mengemban teguh cita-cita awal pelayanannya bagi umat Kristiani dan seluruh warga kota Bandung. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.