Banyak orangtua berusaha menjadi ayah dan ibu yang baik, mereka ingin dihormati, dan merasa bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anaknya. Tetapi tidaklah mudah untuk menjadi orangtua.

Menjadi orangtua yang baik bukanlah duduk disinggasana tinggi lalu anak-anak memandang dengan penuh kehormatan. Menjadi orangtua membutuhkan kesabaran besar, karena anak-anak (sangat mungkin) melakukan hal-hal yang tidak disukai orangtua.

Oleh sebab itu, jalan keluarnya adalah, orangtua harus selalu menguji semua kekeliruannya sendiri, dan sebisa mungkin menyingkirkannya. Itulah hal paling dasar yang disampaikan buku “Waktu Berkualitas dengan Si Kecil”. Jika orangtua membina sikap dan tindakan negatif kepada anak-anak, maka yang terjadi adalah, bahwa orangtua melihat dan memperlakukan anak-anak yang dicintai sebagai musuh, sebagai seseorang yang telah melakukan kekeliruan.

Saat orangtua berbicara buruk kepada anak-anak, orangtua sesungguhnya sedang merendahkan dirinya sendiri, orangtua mengecilkan dirinya sendiri di mata anak-anaknya, orangtua sedang sibuk mencari kekeliruan demi kekeliruan anak-anaknya, orangtua sedang menghancurkan kasih dan welas asih dirinya kepada anak-anaknya. Orangtua sedang melakukan “Meaning Telling”.

Lakukan “Meaning Making” jika ingin memiliki waktu yang berkualitas dengan si kecil. Jangan mengkritik atau menyalahkan anak-anak. Jika anak-anak sedang melakukan suatu tindakan yang salah (tampaknya akan mencelakai orangtua dan/atau anak-anak sendiri), orangtua sebaiknya membicarakan tindakan mereka dan menanyakan pada anak-anak, berkenaan dengan tindakan mereka.

Orangtua harus melakukan sesuatu (terhadap tindakannya) tanpa harus membawa-bawa individunya (menyalahkan dan menghukum anaknya). Individu anak dan tindakan anak adalah dua fenomena yang berbeda. Orangtua dapat mendiskusikan kepantasan atau ketidakpantasan dari suatu tindakan, ataupun manfaat dan kerugian dari tindakan anak-anak.

Orangtua tidak boleh menyerang anaknya: menuduh mereka nakal, anak berdosa, anak tidak patuh/taat pada orangtua, karena di dalam diri anak-anak masih ada sifat baik/kebaikan.

“Meaning Making” memang tidak semudah “Meaning Telling”. Tetapi harus dicoba untuk dilakukan. Dan buku “Waktu Berkualitas dengan Si Kecil” sangat layak untuk dibaca, karena memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orangtua, bagaimana cara melakukan “Meaning Making”.

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.