Saat menyanyikan lagu itu Be Thou My Vision, atau Kaulah Ya Tuhan Surya Hidupku (Kidung Jemaat No 405) kita akan langsung merasakan liukan musik tradisional Irlandia. Tidak aneh, sebab nada lagu itu memang diambil dari melodi tradisional Irlandia, yang disebut sebagai melodi Slane. Slane sendiri adalah nama salah satu perbukitan di Irlandia, tempat biara kristen pertama kali dibangun di negeri itu.

Sama seperti melodi untuk kidung Menjulang Nyata Atas Bukit Kala (Above the Hills of Time the Cross Is Gleaming) – yang juga berasal dari nada tradisional Irlandia, Londonderry – melodi Slane juga banyak dipakai untuk berbagai lagu di Irlandia, dan Inggris Raya. Baik untuk lagu-lagu publik maupun lagu gerejawi. Bahkan, selain untuk lagu Be Thou My Vision, melodi Slane ini juga dipakai untuk lebih dari 20 kidung Kristiani lain. Diantaranya adalah untuk kidung Lord of All Hopefulness, karya Jan Struther.

Meski demikian, lirik untuk lagu ini berusia jauh lebih tua. Bentuk awalnya merupakan doa harian kekristenan Irlandia yang dalam bahasa Gaelic kuno berjudul Rop tu mo baile (harafiah: Kiranya Engkau menjadi yang kutuju/cahayaku/penglihatanku). Syainya berupa 16 stanza berisi dua baris. Tiap baris dalam stanza itu terdiri dari 10 suku kata. Bentuk ini merupakan bentuk puitik yang lazim di Irlandia sejak abad keempat hingga abad pertengahan.

Adalah Eochaid mac Colla, atau dalam kekristenan lebih dikenal sebagai St. Dallan, yang secara tradisional disebut menulis doa ini pada abad keenam Masehi. Diyakini, St. Dallan menulisnya sebagai kenangan atas benih kekristenan di Irlandia yang dibawa oleh St. Pattrick, sang rasul Irlandia seabad sebelumnya. St. Dallan kemungkinan besar terinspirasi oleh legenda St. Pattrick yang dengan sengaja menyalakan lilin Paskah di perbukitan Slane, menentang larangan raja Irlandia, Laoghaire. Hal yang menandai perubahan lanskap religius Irlandia.

Sejumlah pakar himnologi terkini masih memperdebatkan kepenulisan St. Dallan atas syair Rop tu mo baile. Sebagian beranggapan beranggapan bahwa doa itu berasal dari abad yang lebih baru (sekitar tahun 900-an Masehi). Manuskrip tertua yang memuat syair itu secara lengkap berasal dari awal 1300-an. Walaupun diyakini doa itu sudah cukup sering didaraskan sebelumnya.

Rop tu mo baile banyak membahasakan kembali doa memohon perlindungan yang ditulis oleh St. Pattrick (St. Pattrick Breastplate). Sejumlah ungkapan khas Irlandia pra-Kristen juga masih dipertahankan di syair ini, seperti penyebutan Tuhan sebagai Rí secht nime (Raja Tujuh Langit) atau Aidri nime (Raja Agung Langit).

Syair ini telah lama menjadi bagian dari keseharian umat Kristiani di Irlandia. Namun, baru dikenal luas sejak diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul Be Thou My Vision, oleh Elleanor Hull pada 1912. Sejak tahun 1919, barulah syair ini ditautkan pada melodi Slane. Bentuk yang kemudian banyak diterjemahkan ke banyak bahasa.

Di bahasa Indonesia setidaknya kita mengenal dua versi terjemahan lagu ini. Lagu Kaulah Ya Tuhan Surya Hidupku, yang dimuat di Kidung Jemaat dan merupakan terjemahan Yamuger (1980), nampaknya cukup populer di gereja-gereja Protestan. Sementara itu terjemahan Ernest Mariyanto (1992), Dikau Tuhan, Jadilah Impianku yang dimuat dalam Puji Syukur, lebih populer di Gereja Katolik. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.