Takut, adalah perasaan yang biasa dirasakan manusia saat berada pada situasi yang mengerikan atau keadaan yang penuh misteri. Selama rasa takut masih pada batas kewajaran, tidak akan menjadi masalah. Tetapi ketika takut sudah menguasai diri dan membuat seseorang melakukan tindakan di luar akal sehat atau membahayakan diri dan orang lain, maka orang tersebut membutuhkan pertolongan untuk mengatasi rasa takutnya.

Salah satu ketakutan terbesar umat manusia adalah menghadapi akhir zaman. Dari tahun ke tahun tema akhir zaman selalu menarik untuk dibicarakan tetapi sekaligus juga ada perasaan gentar menghadapinya. Sebab ada banyak nubuatan yang memperlihatkan situasi akhir zaman yang begitu mengerikan. Peperangan, penderitaan, sakit penyakit,  bencana alam dan lain sebagainya sering kali menjadi tanda-tanda permulaan akhir zaman.

Dalam Injil Markus pasal 13:1-8 Yesus berbicara tentang akhir zaman. Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Bait Allah dan ketika melihat bait Allah yang megah dan mengangumkan seorang murid Yesus   berkata: “Guru, lihatlah betapa besarnya batu-batu itu, dan betapa megahnya gedung-gedung itu.

Tetapi rasa kagum terhadap bagunan bait Allah yang megah dan hebat itu justru disambut Yesus dengan nubuatan akan keruntuhan bangunan suci orang Yahudi itu, “Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semua akan diruntuhkan!

Setelah mengucapkan nubuat itu, Yesus dan para murid meninggalkan Bait Allah dan pergi menuju Bukit Zaitun. Disana terjadi dialog antara Yesus dengan Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas. Dialog itu menggambarkan para murid ingin tahu lebih lanjut apa yang dikatakan Yesus tentang kehancuran Bait Allah itu. Mereka berkata, “Katakanlah kepada kami, kapan itu (penghancuran bait Allah) akan terjadi, dan apa tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya (akhir zaman).

Atau secara sederhana, murid-murid bertanya kepada Yesus kapan Bait Allah akan mengalami kehancuran dan apa tanda datangnya akhir zaman? Pertanyaan tentang waktu selalu ingin diketahui manusia, tetapi Yesus pun memperingatkan mereka bahwa semua itu baru permulaan. Bersikap waspada menjadi hal yang patut dilakukan.

Yesus mengingatkan mereka untuk waspada agar jangan sampai ada orang yang menyesatkan mereka! Akan ada banyak orang memakai nama-Nya. Mungkin mereka menyatakan diri sebagai mesias dan memberitakan datangnya Kerajaan Allah supaya  orang banyak mengikuti mereka. Mereka akan menyesatkan banyak orang sehingga para murid harus waspada dan  jangan sampai mengikuti mereka.

Selain waspada terhadap penyesatan juga Yesus mengingatkan agar jangan gelisah bila “mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang.” Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa perang dan permusuhan bisa disebut sebagai pertanda datangnya akhir zaman. Semua itu memang harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya baru permulaannya saja. Namun yang terpenting adalah umat bersikap waspada dan jangan gelisah dalam menghadapi permulaan akhir zaman yang masih misteri. Jangan sampai menggoyahkan iman kita kepada-Nya.

Dalam pengertian ini hanya iman yang teguh kepada Yesus Kristus akan menopang kita dari ketakutan. Sebab kita tahu Allah di dalam Kristus akan menyertai. Ia akan ada bersama kita melewati setiap kesulitan hidup.   Bersandarlah kepadaNya!

Penulis: Pdt. Henni Herlina (GKi Agus Salim)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.