Jemaat tertua di GKI SW Jawa Barat itu, kemarin berulang tahun. GKI Indramayu merayakan 160 tahunnya dalam kebaktian syukur pada Kamis sore (13/12). Dalam kebaktian yang dipimpin oleh Sekum BPMS GKI, Pdt. Danny Purnama itu, hadir anggota jemaat maupun mereka yang pernah menjadi anggota jemaat di gereja ini.

Tema kebaktian syukur ini adalah “Dari Gereja Keluarga Menjadi Gereja sebagai sebuah Keluarga.” Dalam khotbah yang diambil dari Kisah Para Rasul 4:32-37, Pdt. Danny mengajak jemaat meneladani semangat kekeluargaan di gereja mula-mula. Kekeluargaan yang melampaui eklusivitas, menuju keluarga dalam Kristus.

Jemaat mula-mula itu sehati sejiwa. Meski berbeda-beda mereka memilih untuk berjalan bersama. Tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri, namun mau hidup bersama. Bayangkan di tengah kelompok yang banyak mementingkan diri, ada orang-orang yang mau berbagi dan bersama,” ungkap Pdt. Danny.

Semangat kekeluargaan seperti ini memang merupakan ciri yang telah terbentuk sejak GKI Indramayu berdiri, yang bermula dari gereja untuk sejumlah keluarga kecil Tionghoa di pantai utara Jawa Barat itu.

Tanggal 13 Desember 1858 yang dipakai sebagai titik lahir GKI Indramayu adalah momen dimana Ang Bon Swie bersama kelima anggota keluarganya, ditambah empat orang dari keluarga Lauw Pang, Sam Yan beserta istrinya, Hong Lieng dan Tji Tek dibaptis oleh pendeta J.A.W. Krol dari gereja Belanda di Cirebon. Keempat belas orang inilah yang menjadi cikal bakal jemaat GKI Indramayu.

Sejak itulah rumah keluarga Ang Boeng Swie dijadikan tempat pertemuan jemaat. Baru pada 1876, dibangun gereja yang pertama di Indramayu, namun kemudian pindah ke gedung baru pada 1888. Setelah 20 tahun, maka atas kesepakatan bersama, gedung gereja ini dibongkar untuk dibangun kembali gaya Eropa, yang diresmikan penggunaannya tahun 1912 sampai sekarang.

GKI Indramayu kini telah berkembang menjadi gereja dengan ribuan anggota jemaat. Demikian pula banyak yang pernah menjadi warga jemaatnya yang kini ada di kota-kota lain, bahkan turut membangun jemaat di wilayah itu. Kekeluargaan yang sedemikian besar itupun kini dituntut untuk terus mengusung semangat kebersamaan dan berbagi. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.