“Tuhan menganugerahkan waktu 24 jam dalam sehari pada setiap orang. Tuhan memberi kebebasan kepada kita untuk menggunakan waktu itu. Kita dapat menyia-nyiakannya. Atau memanfaatkannya untuk melakukan hal yang benar dan baik. Memuliakan Tuhan dengan waktu yang Ia anugerahkan itu.

Yang pasti begitu waktu berlalu, bahkan sedetikpun, kita tidak dapat mengembalikannya. Semoga kita tidak menyesal dengan apa yang kita telah perbuat jika hari ini berlalu.”

Kira-kira seperti itu tulisan pada sebuah hiasan dinding kecil yang saya terima dari seorang sahabat ketika saya lulus SMA sekitar 38 tahun yang lalu. Hiasan dinding itu sudah tidak saya miliki lagi. Tapi isi tulisannya soal waktu, sekalipun tidak persis sama, selalu saya ingat. Mengingatkan saya bahwa masa hidup kita terbatas, waktu kita terbatas. Karena itu kita bertanggungjawab untuk mengisi, memanfaatkan waktu yang Tuhan anugerahkan dengan sebaik-baiknya.

Tahun 2018 segera akan kita lewati. Ada berbagai pengalaman yang telah kita alami sepanjang tahun ini. Ada hal-hal yang menyukakan hati, tapi ada juga yang mendukakan hati. Ada sukacita, tapi ada juga dukacita. Ada keberuntungan, namun ada juga kemalangan.

Ada hal-hal yang telah kita perbuat yang jika kita renungkan sekarang membuat kita tersenyum gembira karena kita tahu kita telah melakukan hal yang benar dan baik. Tapi mungkin juga ada hal-hal yang telah kita perbuat, atau justru yang kita tidak lakukan, yang jika kita renungkan sekarang membuat kita menyesal.

Jika Tuhan berkenan kita akan menapaki hari-hari baru sepanjang tahun yang baru, tahun 2019. Ada banyak hal yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan hidup kita. Pemazmur mengatakan: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12).

Ajakan Pemazmur ini adalah ajakan agar kita menapaki perjalanan hidup kita, mengisi waktu yang Tuhan anugerahkan kepada kita dengan makin bijaksana karena kita mau sungguh-sungguh belajar dari pengalaman di hari-hari yang telah kita lalui.

Ketika hati makin bijaksana maka kita makin dimampukan untuk memilih hal yang benar dan baik untuk kita lakukan, kita makin dimampukan untuk melakukannya juga dengan cara yang benar dan baik. Semua itu mau kita upayakan dengan sungguh-sungguh agar kita tidak lagi menyia-nyiakan waktu yang Tuhan anugerahkan, agar kita makin memuliakan nama Tuhan di mana pun, kapan pun kita berada.

Bersyukurlah karena tangan kasih Tuhan yang penuh kuat kuasa telah menopang kita melewati hari-hari di sepanjang tahun 2018 yang akan segera kita lewati dengan suka dan dukanya. Tataplah masa depan dengan sepenuh pengharapan bahwa tangan kasih-Nya juga tetap menopang dan menaungi kita sepanjang tahun baru yang kita jelang, bahkan sampai selama-lamanya. Hanya janganlah sia-siakan waktu yang Tuhan beri.

Penulis: Pdt. Ronny Nathanael (GKI Gading Indah)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.