Memang benar memilih adalah hak politik kita. Namun, saya juga menambahkan dalam konteks bangsa kita dan keyakinan kita sebagai warga dan umat Kristiani, bahwa memilih juga merupakan tanggung jawab politik kita,” ungkap Benyamin Lumy saat memperkenalkan kampanye #AyoNyoblos.

Pria yang akrab disapa Benny itu memaparkan sejumlah survey yang menunjukkan naiknya kecenderungan untuk golput, terutama di kalangan milenial dan terdidik. Di sisi lain, ada pula kecenderungan menurunnya pendapat masyarakat yang mendukung Pancasila dan keberagaman sebagai dasar berbangsa dan bernegara. Karenanya, bagi Benny, pemilu 2019 merupakan momen yang sangat penting untuk menentukan arah kepemimpinan bangsa.

Ajakan itu disampaikan di sela sesi dalam Temu Raya Komisi Dewasa GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, Sabtu (26/1). Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula SMAK BPK Penabur Jakarta itu, tim Ayo Nyoblos juga memperkenalkan sejumlah program dan kampanye media untuk mengajak publik terlibat menggunakan hak pilih serta membantu pengawasan pemilu.

Apa yang disampaikan oleh Benny, juga dipertegas oleh para pembicara dalam Talkshow Kebangsaan yang merupakan sesi kedua dalam temu raya ini. Pdt. Albertus Patty menyatakan selama ini gereja memang kerap menganggap berpolitik adalah hal yang kotor dan harus dihindari. Padahal panggilan di dunia politik adalah juga panggilan yang harus diemban oleh gereja. Pun tidak ada persoalan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lepas dari pengaruh politik.

Maka pembicaraan kita sebagai gereja, tidak melulu perkara yang terlihat begitu melangit seperti soal akhir zaman, perbedaan doktrinal atau segala bahasan teologis yang rumit. Kita perlu berbicara bagaimana kesejahteraan didistribusikan, menolong yang terpinggirkan, mengusahakan keadilan. Itu semua adalah tindakan politis dan sangat bergantung pada kepemimpinan di masyarakat,” ungkap Pdt. Patty

Lebih jauh, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menantang gereja untuk tidak berpangku tangan atas kondisi bangsa sekarang ini. Di tengah ancaman perpecahan dan kabar bohong yang sering mencuat, menteri Enggar berharap warga gereja tidak abai. “Adalah dosa terhadap demokrasi, jika Saudara tidak menggunakan hak pilih, saat bangsa ini membutuhkannya,” ungkapnya tegas.

Tidak hanya sebatas acara kali ini, sejumlah kerjasama di lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat akan terus mengkampanyekan Ayo Nyoblos sebagai bentuk tanggung jawab gereja dalam panggilan sosial-politiknya. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.