Jelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019, GKI Sinode Wilayah Jawa Barat memang menggelar sejumlah kegiatan yang merupakan edukasi terhadap warga gereja dan masyarakat terkait pesta demokrasi ini. Serangkaian kegiatan itu kini diviralkan dengan tagar #AyoNyoblos. Salah satunya seperti yang dilakukan di GKI Gunung Sahari, Sabtu lalu (19/1) dalam workshop jelang pemilu dengan menggunakan tajuk #AyoNyoblos tadi.

Sejak pagi, puluhan peserta workshop mengikut serangkaian acara yang berisi ragam informasi terkait penyelenggaraan pemilu dan pengawasannya serta partisipasi yang dapat diambil oleh masyarakat. Acara ini sendiri merupakan kerja bersama GKI Sinode Wilayah Jawa Barat lewat Pokja Kebangsaan Klasis Jakarta Selatan dan Gerakan kebangsaan Indonesia, beserta Bawaslu dan KPUD DKI Jakarta.

Acara dimulai dengan refleksi yang dibawakan oleh Pdt. Essy Eisen, sementara itu Pdt. Darwin Darmawan turut berbagi tentang yang dikerjakan Gerakan Kebangsaan Indonesia dalam mempopulerkan ide kebangsaan di tengah jemaat maupun masyarakat. Selanjutnya Pnt. Benyamin Lumy berbagi terkait program Ayo Nyoblos yang menjadi sarana edukasi terkait pemilihan umum.

Kegiatan ini kemudian diisi dengan pemaparan dari Ketua KPUD Provinsi DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos. Betty menyampaikan sejauh mana KPUD Provinsi DKI Jakarta telah menggelar persiapan, serta sjumlah informasi terkait kertas suara, TPS, dan bentuk-bentuk penyelenggaraan pemilu. Perempuan yang sebelumnya aktif di lembaga kemasyarakatan yang mempromosikan demokrasi itu juga menyerukan agar masyarakat, termasuk warga jemaat GKI menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab.

Usai makan siang, giliran Bawaslu RI menyampaikan pemaparan terkait hal yang dapat dikerjakan masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan pemilu. Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar berbagi terkait bentuk-bentuk pengawasan dan contoh pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu yang dapat dilaporkan oleh warga masyarakat.

Edward juga menekankan terkait pemilu di Indonesia yang merupakan pesta demokrasi yang besar. Baik dari segi skala, maupun kualitasnya. Di Pemilu 17 April 2019 nanti juga merupakan sejarah, karena untuk pertama kalinya di Indonesia pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden langsung digelar serentak di satu hari.

Kedua badan independen negara ini mengharapkan masyarakat, termasuk warga gereja, bisa membantu lewat sosialisasi aktif tentang pemilu dan mengajak orang menggunakan hak pilihnya. Sementara itu bagi warga GKI, khususnya di lingkup Klasis Jakarta Selatan, kesempatan ini juga jadi salah satu aplikasi tanggung jawab kebangsaan, sebagaimana yang telah didengungkan beberapa tahun belakangan ini di persidangan dan mimbar-mimbar gereja. **arms

Foto: Martine Dian

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.