Salah satu semboyan yang pernah diungkapkan oleh Martin Luther adalah sola gracia. Secara harfiah artinya: hanya anugerah. Ya, persisnya yang dimaksud adalah bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah semata. Keselamatan yang diharapkan dan dirindukan oleh kita sebagai pengikut Kristus sudah dikerjakan oleh Allah melalui Sang Kristus di kayu salib! Keselamatan yang telah dilakukan Kristus itu penuh dan sempurna!

Karena keselamatan yang telah dikerjakan Kristus itulah, maka kita terpanggil untuk mengucap syukur melalui totalitas atau seluruh kehidupan kita yang memuliakan Tuhan. Ketaatan pada firman dan kehendak-Nya setiap hari merupakan cermin dan bukti bahwa kita memang telah diselamatkan oleh-Nya.

Namun, pada pihak lain ada orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, bahkan ada sementara orang Kristen yang menganggap bahwa keselamatan dari Allah itu sebagai anugerah yang murah (cheap grace). Alasannya adalah menjadi orang Kristen itu semestinya mengalami hal-hal yang mudah. Doa-doanya segera dikabulkan Tuhan. Jika menghadapi masalah seharusnya ada jalan keluar yang instan, cepat dan mudah. Dan, jika telah mengakui atau menyesali dosa maka semua dosa yang dilakukannya sudah beres. Pendek kata apa yang dipikirkan dan dilakukan seyogianya mendapatkan hasil yang diharapkan.

Anugerah Allah bukanlah hal yang murah. Tetapi sebaliknya, anugerah Allah adalah perkara mahal. Anugerah yang bersumber dari cinta dan pengorbanan Kristus yang sudi menebus segala dosa kita, sehingga kita beroleh hidup yang kekal.

Anugerah Allah yang telah kita terima seharusnya menampakkan pertobatan atau penyesalan yang otentik, esensial dan sungguh-sungguh. Bukan yang pura-pura. Tidak hanya berhenti sebagai sebuah ritual yang formal lahiriah belaka. Tetapi, sebuah sikap atau gaya hidup yang senantiasa terarah dan tertuju kepada Allah. Sebuah kehidupan yang terus-menerus mencerminkan pembaruan dan perubahan batiniah sesuai dengan maksud dan kehendak-Nya. Sehingga kehidupan kita ini menjadi alat dan sarana yang Allah pakai untuk menghadirkan segala kebaikan-Nya bagi semua orang.

Berbuah di dalam anugerah adalah kehendak Tuhan yang patut diwujud-nyatakan dalam seluruh hidup ini. Kebaikan Tuhan tidak dapat kita monopoli untuk diri sendiri. Jika kebaikan-Nya itu berhenti pada diri sendiri, maka kehidupan ini menjadi ancaman bagi orang lain dan dapat menimbulkan bencana kehidupan bersama. Namun, ketika anugerah-Nya menjadikan kita berbaik sangka dan bersedia berbagi ruang kehidupan kepada sesama, maka pelangi kehidupan indah dapat kita alami bersama.

Penulis: Pdt. Joseph Go Tiong Ham (GKI Agus Salim)

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.