Bacaan Injil pada Minggu pra-Paska kedua ini bertema tentang jalan penderitaan dan kerendahan. Diceritakan bagaimana, Yesus yang tetap berkarya memberitakan Injil, mengusir setan dan menyembuhkan, walaupun dibayang-bayang oleh bahaya yang mengancamnya. Ada kekuasaan yang sedang dikritisi oleh Yesus yaitu kekuasaan Herodes, dan Yerusalem sebagai pusat kekuasaan dengan para pemimpin agama Yahudi yang berkonspirasi untuk membunuh-Nya.

Ketidaksukaan Herodes terhadap Yesus dikarenakan Herodes cemas melihat sepak terjang Yesus dan murid-muridNya yang tidak terbendung. Bersama Herodes ada pula pemimpin agama (Mahkamah Agama Sanhendrin), pemimpin politis (Pilatus) dan pemimpin militer (Benteng Antonia), berkonspirasi untuk membunuh Yesus, menolak dan menyalibkan Yesus.

Sedangkan bacaan kedua dalam Surat Filipi situasinya berbeda. Jemaat di Filipi tidak menghadapi penderitaan penganiayaan, melainkan tantangan kehebatan dan kehidupan hedonis ala Yunani Romawi yang ditawarkan kota Filipi, yang menjauhkan jemaat dari jalan Yesus, yaitu jalan kerendahan dan penderitaan.

Paulus meminta agar jemaat Filipi meneladani jalan Yesus, jalan kerendahan dalam penderitaan. Karena banyak orang mengutamakan kenikmatan, perbuatan aib, perkara duniawi yang akan membinasakan. Berbeda dengan jemaat yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat, mereka adalah warga sorga, yang akan menerima tubuh yang mulia (Filipi 3:20-21). Paulus menegaskan : berdirilah teguh dalam Tuhan (Filipi 4:1). Tetaplah berada dalam jalan Yesus yang tidak populer sebab jemaat Kristus adalah warga sorga.

Kedua bacaan di atas menyatakan bahwa banyak tantangan bagi pengikut Kristus seperti politik, kekuasaan dan kenikmatan duniawi, yang semuanya menolak Yesus dan bahkan kekuasaan politik yang menyebabkan Yesus disalibkan. Sebagai pengikut Yesus kita juga mengalami penderitaan dan penolakan seperti Yesus.

Dibandingkan dengan situasi jemaat mula-mula, bukankah kehidupan Kristen masa kini jauh lebih baik? Walaupun mengalami kesukaran tetapi keadaan tidak seberat jemaat mula-mula yang mengalami penderitaan. Gereja masa kini masih dapat melayani masyarakat sekalipun kadang ada penolakan. Gereja masih dapat berkembang sekalipun kadang ada kesulitan memperoleh ijin.

Dalam situasi seperti saat-saat seperti ini seharusnya gereja tetap melayani. Dibutuhkan kewaspadaan agar gereja tidak larut dalam pengaruh dan tawaran kenikmatan duniawi yang dapat menjauhkannya dari jalan Yesus, jalan kerendahan dan penderitaan.

Sumber: Tim Bina Jemaat GKI Agus Salim
Ilustrasi: Felipe Correia

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.